Senin, 6 Desember 2021 | 19:19 WIB

Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta: Kuat Secara Politik, MUI Tidak Mungkin Bisa Dibubarkan

foto

indoartnews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mungkin dibubarkan. Karena, MUI merupakan organisasi Islam yang sudah lama berdiri, tak mudah melakukan pembubaran terhadap lembaga Islam yang sudah kuat secara politis. MUI dibentuk pada masa pemerintahan orde baru, menjadi wadah para ulama dari berbagai elemen ormas Islam.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Khatib PWNU Jakarta, KH. Taufiq Damas, LC, ketika menjawab pertanyaan wartawan pada acara diskusi publik (webinar) yang bertajuk "NU dalam Percakapan Milenial" yang diselenggarakan oleh Lingkar Studi Islam da Filsafat (LSIF) dan Forum Jurnalis Jabar, Senin (24/11/2021).

"MUI tidak mungkin bisa dibubarkan, karena MUI sudah terlalu kuat secara politik", ucap KH. Taufiq Damas.

lebih jauh KH. Taufiq Damas, LC, berpendapat, bahwa MUI bukan satu-satunya lembaga yang memiliki otoritas penuh dalam soal fatwa bagi umat Islam di Indonesia dan jika tidak ada fatwa MUI juga, umat Islam tidak kehilangan arah. 

Dalam soal fatwa, umat Islam juga memilki sumber lain,bukan saja dari MUI, seperti NU, Muhammadiyah dan Persis memiliki rujukan fatwa sendiri-sendiri bagi jamiyahnya tak sepenuhnya berpedoman pada fatwa MUI.

"Tapi, jika orang bilang, tidak ada MUI, umat Islam akan kehilangan sumber pencari fatwa, itu tidak benar juga. Orang NU sebetulnya lebih ikut pada fatwa dari para kyai NU. Demikian juga dengan Muhammadiyah maupun Persis. Jadi, dalam soal fatwanya, tanpa MUI juga tidak ada masalah itu", jelasnya.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa MUI bukan induk organisasi umat Islam, ormas-ormas Islam di indonesia itu bersifat independen. 

"Dan ingat, kita harus memosisikannya secara benar, bahwa MUI itu bukan induk ormas Islam, bukan. Karena, baik NU maupun Muhammadiyah, Persis dan lain sebagainya independen, engga ada urusannya dengan MUI ", katanya.

Dalam kegiatan webinar tersebut, selain menghadirkan KH. Taufiq Damas, LC sebagai narasumber, pembicara lain adalah Ketua Umum PB-PMII, Muhammad Abdullah Syukri, S.IP., M.A. **