Senin, 6 Desember 2021 | 19:26 WIB

Sorot Bursa Calon Ketum PBNU Mendatang, Ini Penjelasan Akademisi Muda NU.

foto

BANDUNG, Indoartnews.com - Pemilihan Ketua Umum PBNU akan digelar dalam Muktamar pada Desember 2021 mendatang di Lampung. Sebagaimana diberitakan nama seperti KH Yahya Cholil Staquf menguat muncul di bursa Ketum Tanfidziah PBNU dan juga Ketua UmumTanfidziah PBNU saat ini, yaitu KH Said Aqil Siradj digadang-gadang kembali untuk menahkodai NU lagi.

NU, merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia yang memiliki basis massa yang banyak dan mempunyai kader tak sedikit. Sebagaimana diberitakan, KH. Said Aqil Siradj mengatakan, bagi Nahdlatul Ulama semua kader berhak untuk mencalonkan diri.

"Semua kader NU berhak maju dong. Pak Nabil pun bahkan siap maju, Pak Nabil kan kader," imbuh Kiai Said usai ziarah dan pengajian Kamis Legi dengan Kitab Al-Hikam di Ponpes Lirboyo Kediri kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Bagi para kader NU, siapa pun yang memimpin NU mendatang merupakan kader-kader terbaik NU, tak mempersalahkan dipimpin oleh kader siapa pun.

Sebagaimana disampaikan akademisi muda NU dari Universitas Wahid Hasyim Semarang Zudi Setiawan, disela-sela diskusi daring yang bertajuk “Menguji Nasionalisme NU di Tengah Arus Gerakan Transnasional” yang diselenggarakan oleh Lingkar Studi Islam dan Filsafat Bandung (LSIF), Rabu ( 3/11/2021).

“Semua calon bagi saya adalah terbaik, semua calon itu baik bagi NU, kalau kita membaca peta Muktamar mendatang, kan yang muncul itu ada dua nama, yaitu pak Said maju lagi dan yang kedua adalah Gus Yahya, keduanya menurut saya bagus", jelas Zudi Setiawan.

Lebih lanjut, Zudi Setiawan, saat ditanya peserta diskusi, tentang relasi langsung nahkoda NU mendatang dengan tahun politik di 2024 mendatang, Zudi mengakui bahwa tidak mudah untuk menganalisa secara terang benderang, apalagi menganalisa tentang suksesi kepemimpinan NU mendatang dihubungkan dengan politik tahun 2024. Akan tetapi, Zudi sendiri menyadari bahwa kepemimpinan NU mendatang akan berimplikasi terhadap tahun politik pada 2024.

“Jadi, tidak mudah untuk menganalisis soal itu. Saya sendiri kesulitan, relasi Muktamar mendatang pengaruhnya terhadap politik 2024. Namun, saya kira kepemimpinan NU yang akan datang pasti sangat berpengaruh secara politik”, imbuh dosen Fisipol Universitas Wahid Hasyim Semarang itu.

Sebagaimana diketahui, Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), akan digelar Pondok Pesantren Darussa'adah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung akan menjadi tempat pembukaan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34 pada 23 Desember 2021.**