Senin, 6 Desember 2021 | 19:34 WIB

Kepala BNPB Tinjau Gempa di Bali Beri Bantuan untuk para Korban

foto

Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito meninjau langsung ke wilayah terdampak gempa di Karangasem, Bali, Minggu (17/10/2021). Kehadiran Ganip untuk memastikan penanganan gempa di Karangasem, Bangli dan wilayah terdampak lainnya ditangani dengan baik.

KARANGASEM, indoartnews.com ~ Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Ganip Warsito meninjau wilayah terdampak gempa paling parah di Karangasem Provinsi Bali, Minggu (17/10/2021) sambil menyerahkan bantuan. 

Menurut keterangan, Desa Ban Kec. Kubu Kab. Karangasem wilayah terparah yang terdampak gempa berkekuatan 4,8 SR yang terjadi Sabtu (16/10-2021).

Kehadiran Kepala BNPB ke lokasi gempa untuk memastikan penanganan gempa di Karangasem, Bangli dan wilayah terdampak lainnya ditangani dengan baik. 

Pada kesempatan itu pula Kepala BNPB menyerahkan bantuan untuk para korban di wilayah Karangasem berupa 20 tenda keluarga, 60 paket makanan siap saji, 443 paket lauk pauk dan 153 paket makanan tambahan gizi. Bantuan serupa juga diserahkan untuk korban di wilayah Bangli. 

Ganip menginstruksikan Kepala Daerah dan pihak terkait setempat supaya terus mengevakuasi para korban.

Sesuai arahan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ganip mengingatkan pencarian dan penyelamatan korban tetap harus dilakukan oleh Tim SAR dengan menyisir wilayah-wilayah terdampak. Upaya ini dipimpin Basarnas dan didukung oleh TNI, Polri, BNPB dan relawan.

Ganip memastikan akan terus memantau jumlah korban, baik yang meninggal, yang luka-luka mau pun jumlah kerusakan rumah sekolah dan fasilitas umum. 

"Selain itu, kata Ganip, penanganan prioritas terhadap kelompok rentan juga menjadi perhatian seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita serta kelompok disabilitas".

Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa, katanya, harus dipastikan ketersediaan logistik, tenda, makanan, terutama makanan untuk bayi, ibu hamil dan lansia. Demikian pula obat-obatan, pasokan air bersih dan MCK. 

Ganip pun menekankan kepada Kepala Daerah dan jajarannya segera memperbaiki infrastruktur, terutama perbaikan jalan supaya segera diselesaikan. 

Kepada masyarakat pun, Kepala BNPB meminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Demikian pula potensi longsor mengingat wilayah terdampak mungkin masih labil. "Guna menghindari informasi, kami berharap masyarakat mengakses informasi dari pihak-pihak berwenang seperti BNPB, BPBD dan BMKG," tegasnya.

Berdasarkan kajian resiko dari InaRisk BNPB, Provinsi Bali memiliki tingkat resiko sedang hingga tinggi terhadap potensi ancaman gempa bumi. InaRisk menyebutkan, ada 9 Kabupaten yang memiliki potensi resiko itu.

Bila dari kajian lebih mendalam, Kab. Bangli, khususnya Desa Terunyan salah satu wilayah terdampak gempa bumi M 4,8 tercatat memiliki potensi gempa bumi dengan tingkat resiko sedang hingga tinggi.

Potensi itu pula dimiliki oleh wilayah Kecamatan Kintamani, Tejakula dan Kec. Rendang. Untuk potensi tanah longsor, Desa Terunyan khusus di timur laut Danau Batur masuk dalam kategori tinggi. Demikian pula wilayah penyangga lainnya sepetti Kec. Rendang dan Kec. Tejakula. **

Editor : H. Eddy D