Rabu, 27 Januari 2021 | 22:58 WIB

Indonesia Economic Forum Bahas Pemulihan Ekonomi Pasca Covid ~ 19

foto

Administrator

JAKARTA, indoartnews.com ~ Indonesia Economic Forum yang ke-7 berkolaborasi dengan HSBC Indonesia mempertemukan para pemimpin politik, bisnis, pemerintah, pemrakarsa dan pemimpin komunitas membahas visi Indonesia di tahun 2020 untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi pasca Covid 19. Forum ini diadakan untuk pertama kalinya secara virtual dari Selasa hingga Kamis, (24-26/11-2020).

Untuk ke-3 berkolaborasi dengan HSBC Indonesia, indonesia Economic Forum tahun ini mengusung tema "2020 Vision Rebooting Economic Growth Post Covid-19".

Setelah mengalami penurunan ekonomi yang tajam sejak krisis keuangan Asia, Indonesia berada dalam masa pemulihan Covid-19 telah mempercepat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menciptakan peluang baru.

Pada hari ke-2 forum diskusi ini bertema Emerging Trends in Global Trade terbagi dalam 3 sesi. Sesi pertama pembicara utama Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.

Jerry Sambuaga menekankan pentingnya kerjasama Regional Comprehensive Economjc Partnership (RCEP) bagi negara anggota khususnya kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

"Berbeda dengan kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat, kawasan Asia Tenggara lebih terbuka terhadap kerjasama perdagangan multilateral yang bisa diperluas ke negara anggota lain di luar Asia Tenggara seperti Australia, Korea Selatan, Jepang, India, Tiongkok dan Selandia Baru, " jelas Jerry Sambuaga.

Di lain pihak, Wakil Ketua Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani menyatakan, untuk dapat memanfaatkan momentum penataan ulang landskap perdagangan internasional, Indonesia harus membangun ekosistem yang mendukung iklim usaha dan investasi.

Dengan demikian Shinta berharap agar pemain lokal bisa kompetitif. Untuk itu pemerintah perlu benar-benar mengimplementasikan kebijakan yang tepat. Tidak hanya mencanangkan semata.

Reformasi struktural oleh pemerintah, kata Shinta, dalam hal apa pun selalu dinanti pelaku usaha dan ini sangat penting bagi Indonesia.

Dengan begjtu, katanya, Indonesia bisa menjadi negara ekonomi besar dan kita harus melakukannya karena saat ini sangat terpanggil.

Shinta juga menyebutkan masih ada kebijakan yang tumpang tindih. Terlalu banyak peraturan yang akhirnya menyebabkan tingkat kemudahan berusaha menjadi buruk.

Karena itu, perlu UU Cipta Kerja dan yakin ini satu satunya cara untuk mendatangkan lebih banyak investasi, baik dari asing mau pun lokal dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk 112 juta angkatan kerja Indonesia, ujarnya meyakinkan.**

Editor : H. Eddy D