Selasa, 26 Mei 2020 | 04:19 WIB

Kepedulian Pematung Harry Susanto Terhadap Sosok Didi Kempot

foto

Ken Zanindha

Pematung Harry Susanto bersama hasil karyanya patung dada Didi Kempot yang saat ini masih merupakan model dari tanah liat

BANDUNG, indoartnews.com ~ Penggemar seniman merakyat yang demikian dekat dengan berbagai kalangan mulai dari bawah hingga atas menyatakan rasa dukanya atas kehilangan seniman merakyat sebagai icon anak muda milenial Sobat Ambyar. 

Respeknya segenap masyarakat terhadap seniman merakyat itu karena demikian besar perhatiannya dengan apa yang terjadi dewasa ini. Didi Kempot telah menyelenggarakan konser amal untuk menggalang dana dalam menghadapi musibah yang diderita masyarakat, Covid 19.

Perhatian terhadap musibah yang melanda masyarakat, menumbuhkan penghargaan terhadap karya-karya dan ide-idenya yang selalu mementingkan masyarakat dan para seniman.Karena itu, Harry S seniman patung berniat membuat patung dada sosok seniman Didi Kempot untuk diserahkan sebagai monumen di wilayah Kota Solo.

Harry Susanto, seniman patung di Yogyakarta, yang perhatian terhadap Didi Kempot niat mendermakan karyanya membuat patung dada Didi Kempot.

Proses untuk membuat patung tersebut di dilaksanakan di studionya di Yogyakarta. Izin keluarga Didi Kempot masih proses namun ia berharap niat itu direstui.

Harry menjelaskan, Didi Kempot sosok seniman yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Itu dibuktikan dengan karya-karyanya yang melantunkan syair-syair dengan tema "Jangan mudik di saat musibah Covid 19."

Didi Kempot, kata Harry, respek terhadap masyarakat bawah sampai milenial. Karena itu, penggemarnya multi usia dari bapak-bapak, ibu-ibu sampai anak anak muda.**