Kamis, 14 Mei 2026 | 23:07 WIB

Tiga Prajurit TNI

Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

foto

tiga peti jenazah berbalut Merah Putih sebagai simbol duka dan penghormatan terakhir untuk tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

BANDUNG, indoartnews.com – Tiga peti jenazah itu pulang ke Indonesia dalam suasana duka yang mendalam, sekaligus penghormatan yang tinggi. Dari Lebanon Selatan, tempat mereka menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, tiga prajurit TNI kembali ke tanah air setelah gugur dalam pengabdian. Mereka adalah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda Farizal Rhomadhon.

Kepergian mereka tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga menghadirkan duka bagi bangsa. Ketiganya dikenal sebagai prajurit TNI yang mengemban tugas dalam misi perdamaian dunia, sebuah mandat mulia yang mencerminkan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan kemanusiaan di tingkat internasional. Dalam pengabdian itu, mereka telah menunjukkan kehormatan, dedikasi dan loyalitas sebagai prajurit negara.

Salah satu penghormatan terakhir diberikan kepada Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Minggu, 5 April 2026. Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer dan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kehadiran Panglima TNI dalam upacara tersebut menjadi penegasan bahwa negara memberikan penghormatan penuh kepada prajurit yang gugur saat menunaikan tugas.

Sebelum dimakamkan di TMP Cikutra, jenazah Mayor Zulmi lebih dahulu dibawa ke rumah duka di Cimahi. Dari rumah duka itulah suasana haru mengiringi perjalanan terakhir seorang perwira TNI yang telah menunaikan tugasnya dengan penuh kehormatan. Di TMP Cikutra, keluarga, kerabat dan jajaran TNI melepas almarhum dalam upacara yang khidmat dan sarat penghormatan.

Pada saat yang sama, dua prajurit lainnya juga dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Serka Muhammad Nur Ikhwan dimakamkan di Magelang, sedangkan Kopda Farizal Rhomadhon dimakamkan di Kulon Progo. Tiga prosesi pemakaman di tiga tempat berbeda itu menjadi penanda bahwa bangsa ini tengah melepas tiga putra terbaik TNI yang gugur dalam misi perdamaian.

Di balik upacara, derap pasukan dan penghormatan senjata, ada keteguhan korps yang tetap berdiri menjaga martabat pengabdian. Gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon bukan hanya kabar duka, tetapi juga cermin tentang kehormatan seorang prajurit dalam menjalankan tugas negara. TNI kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dan dunia internasional dijalankan dengan kesungguhan, disiplin dan jiwa korsa yang kuat.

Kini mereka telah dimakamkan di tanah air, di tempat yang berbeda, dalam suasana duka yang sama. Namun nama-nama itu tidak berhenti di batu nisan. Mereka akan selalu dikenang sebagai prajurit TNI yang mengemban tugas perdamaian dengan penuh kehormatan, lalu pulang untuk dimuliakan oleh bangsa yang mereka bela.**