
Gedung Isola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. IKA UPI mengkritik rencana pembelajaran daring yang dinilai berisiko menurunkan kualitas pendidikan.
BANDUNG, indoartnews.com – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) pada 23 Maret 2026 mengkritik rencana penerapan pembelajaran daring sebagai bagian dari strategi penghematan energi di tengah krisis global.
Kebijakan yang mengarah pada pengalihan pembelajaran tatap muka ke sistem daring tersebut dinilai berisiko menurunkan kualitas hasil belajar siswa. IKA UPI menilai metode pembelajaran online tidak sepenuhnya efektif dalam mendorong pemahaman materi maupun keterlibatan aktif peserta didik.
Ketua Umum PP IKA UPI, Amich Alhumami, menyampaikan bahwa pengalaman selama pandemi Covid-19 telah menunjukkan adanya penurunan capaian belajar atau learning loss yang signifikan. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang interaksi sosial dan pembentukan karakter.
Selain itu, pembelajaran daring juga dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan lain, seperti kelelahan digital atau digital fatigue serta gangguan kesehatan mental akibat meningkatnya penggunaan perangkat teknologi dalam jangka waktu lama.
Dari sisi pemerataan, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan memperlebar kesenjangan pendidikan. Keterbatasan akses teknologi di sejumlah wilayah, terutama daerah terpencil dan 3T, masih menjadi tantangan dalam penerapan pembelajaran daring secara merata.
IKA UPI juga menilai bahwa pendekatan efisiensi energi tidak seharusnya berdampak langsung pada sektor pendidikan. Penurunan kualitas pembelajaran dinilai justru berpotensi menimbulkan kerugian jangka panjang yang lebih besar.
Sebagai solusi, IKA UPI mendorong konsep “Pedagogi Hijau” melalui gerakan sekolah mandiri energi. Salah satunya dengan mengajak siswa dan tenaga pendidik menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki atau bersepeda bagi yang memungkinkan.
Melalui pendekatan tersebut, efisiensi energi tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. IKA UPI berharap kebijakan pendidikan tetap menempatkan pembelajaran tatap muka sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul.**