JAKARTA, indoartnews.com – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan proyek tanggul laut raksasa yang dirancang membentang dari pesisir Banten hingga Gresik, Jawa Timur, sepanjang lebih dari 700 kilometer. Proyek bertajuk Giant Sea Wall Indonesia ini diproyeksikan menelan anggaran total sebesar US$80 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun, dan menjadi salah satu proyek ketahanan iklim terbesar dalam sejarah Indonesia.
Peluncuran tahap awal proyek ini dilakukan pada Kamis, 13 Juni 2025, dalam sebuah rapat terbatas yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan 17 menteri kabinet, menandai keseriusan pemerintah dalam menangani ancaman banjir rob dan kenaikan permukaan air laut yang mengancam kawasan pesisir utara Pulau Jawa.
“Proyek ini bukan hanya tentang infrastruktur, tapi soal menyelamatkan peradaban dan generasi masa depan. Kita akan membangun tanggul laut yang menyatu dengan kawasan ekonomi dan ruang hidup masyarakat,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Tahap awal proyek ini dimulai dengan alokasi dana sekitar US$165 juta atau setara Rp2,6 triliun, digunakan untuk studi kelayakan lanjutan, perencanaan desain teknis, dan pembangunan segmen awal di wilayah Teluk Jakarta. Pemerintah menyebut konstruksi penuh akan dilakukan bertahap selama 10 hingga 20 tahun ke depan.
Giant Sea Wall dirancang sebagai sistem pertahanan terpadu yang mencakup tanggul, bendungan, kanal pengendali banjir, serta kawasan hijau dan pelabuhan. Pengerjaan nantinya akan melibatkan investasi asing, termasuk dari Jepang, Belanda, dan Tiongkok, yang telah menunjukkan minat serius terhadap proyek ini.
Proyek ini juga akan membentuk badan pengelola khusus, serta melibatkan kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan swasta. Pemerintah menjanjikan pelibatan masyarakat pesisir dalam proses sosialisasi dan mitigasi dampak pembangunan.**