Rabu, 25 November 2020 | 15:11 WIB

Hikmah Diberhentikan dari Kerja Akibat Covid-19

foto

Elly Susanto

Reni bersama mobil tempat jualannya di depan Kantor Bank BNI, Jl. A.Yani Bandung (18/10).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Pengalaman yang patut jadi contoh dalam kehidupan di masa wabah Covid -19. Salah satunya adalah keluarga Yandi dan Reni Yansu yang memiliki 2 putera yang masih duduk di SMP kelas 8 dan 7.

Keluarga ini bangkit dari cobaan dengan upaya menumbuhkan inovasi pada saat mewabahnya Covid 19. Mereka tidak tinggal diam.

Akibat wabah Covid -19, Reni Yansu diberhentikan dari pekerjaannya dari hotel yang terkenal di Kota Bandung dan suaminya, Yandi berhenti bekerja sebagai sopir Grab dan mobilnya juga nganggur. Musibah ini tidak mengendorkan upaya mereka.

Saat diwawancara indoartnews.com, Reni memberi keyakinan, dengan niat yang baik disertai upaya dan izin Allah, pasti kesampaian.

Penjelasannya ini Reni sampaikan setelah bangkit dari keterpurukan dan kini memiliki usaha dagang buah jambu Thailand yang lokasi dagangnya di depan kantor bank BNI Jl. A. Yani Kota Bandung.

Dengan kondisi suaminya yang berhenti sebagai sopir Grab dengan mobil sendiri, berakibat tidak bisa membayar cicilan mobil. Malah menunggak.

Babak selanjutnya, Allah memberi jalan. Sebulan kemudian, pada April, sang suami diajak temannya berjualan jambu kristal. Gaji Reni dan sisa tabungan mereka dipakai modal usaha, jualan jambu kristal.

Untuk memulai usahanya, Reni bersama suaminya menukar sepeda motornya, Xride 2019 dengan Carry Extra guna dipakai berjualan. Reni sendiri yang nganggur mencari mobil murah. Yang penting asal bisa dipakai jualan, tutur Reni.

Dari usaha jualan jambu itu, hidup mereka kian membaik. Jualannya laris hingga mereka pun membuka cabang. Reni berjualan di depan bank BNI Jl. A. Yani dan suaminya berjualan di daerah Antapani menggunakan mobil Karimun yang dulu dipakai ngeGrab

Menurut Reni, sehari jualan jambu menghabiskan 1 kuintal, kadang 2 kuintal dengan rata-rata per bulan meraih untung Rp. 10 juta. Bahkan jika sedang ramai bisa mencapai untung Rp. 15 jutaan.

Jambu yang dijualnya kualitas A, yang terbaik walau harganya agak mahal tapi jambunya bagus-bagus. Apalagi yang jualan jambu Thailand kini sudah marak, ucap Reni.

Karena maraknya itu, Reni Yansu kembali berinovasi. Sebagian jambu itu dibuat rujak dengan bumbu berbeda cita rasanya dari rujak lain karena menggunakan bahan bumbu Thailand yang dibeli dari Batam lewat paket.

Cita rasa rujaknya, kata Reni Yansu, ala Thailand yang beda rasanya yang menyebabkan dagangannya menjadi ramai. Rujaknya laku keras dengan bumbu hasil inovasi.

Ia pun bersyukur, sudah 7 bulan berjualan, kini bisa menabung, biaya sekolah anak-anak tercukupi. Demikian pula cicilan mobil bisa terbayar.

Tampak ekonomi mereka berkecukupan untuk hidup sekeluarga. Beda jauh ketika dirinya bekerja di hotel dan suaminya saat masih ngeGrab, tegas Reni pula.

Reni sendiri menikmati sekali perbedaannya saat ia bekerja di hotel dan diberhentikan dari pekerjaannya akibat pandemi Covid -19 dan kini hidup dari berjualan jambu kristal dan rujak Thailand, kata Reni mengakhiri ceritera kehidupannya.**

Editor : H. Eddy D