Selasa, 16 April 2024 | 00:50 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Masjid Mungsolkanas: Jejak Tertua Islam di Kota Bandung

foto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Terkendala dalam keterlihatan namun tak terkalahkan dalam sejarah, Masjid Mungsolkanas, yang terletak di Gang Mama Winata, Jalan Cihampelas RT 02 RW 05, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, membanggakan dirinya sebagai masjid tertua di kota ini, berdiri teguh sejak tahun 1869. Di balik gang-gang kecil dan hiruk-pikuk perkotaan, menyembunyikan keindahan dan kedalaman sejarah Islam di Kota Bandung.

Mama Aden, nama akrab dari Kiai Haji Abdulrohim, adalah sosok ulama yang mengawali pembangunan masjid ini, menyemai benih Islam yang subur di tanah Bandung. Tak seperti kebanyakan masjid lainnya yang mengambil nama dari tokoh-tokoh Islam atau bahasa Arab, Masjid Mungsolkanas memilih identitasnya dengan menggunakan akronim bahasa Sunda yang sarat makna.

Mungsolkanas, sebuah akronim dari "Mangga Urang Ngaos Sholawat Ka Kanjeng Nabi SAW," mencerminkan doa yang dalam filosofi Kitab Tankibulkaul diyakini akan dikabulkan oleh Allah SWT. Di balik sederhana namanya, masjid ini menjadi saksi bisu atas perjalanan panjang Islam di Bandung, dari masa ke masa.

Berkat dedikasi dan upaya pemeliharaan dari berbagai pihak, termasuk marbot setia seperti Didin, Masjid Mungsolkanas telah mengalami perubahan signifikan dari bangunan panggung awal menjadi bangunan dua lantai yang kokoh dan modern. Namun, meski wajahnya berubah, jejak masa lalu masih terpatri dalam peninggalan seperti Al-Qur'an tulisan tangan dan batu hitam yang mengukir riwayatnya sejak 1869.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Mungsolkanas menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar. Dari pengajian anak hingga takjil bersama, suasana ramadan di masjid ini tetap kental dengan kegiatan-kegiatan yang memperkaya rohani dan sosial jamaahnya. Dengan bangga, Masjid Mungsolkanas tetap menjaga tradisi dan memberikan pencerahan bagi komunitas setempat, menjadi bukti hidup keberlanjutan dan kekuatan spiritual Islam di Kota Bandung.**