Jumat, 24 Mei 2024 | 13:40 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Fatwa MUI Kota Bandung: Perawatan Gigi Selama Ramadan, Puasa Tetap Sah

foto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Peringati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) bersama Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent melanjutkan kampanye “Senyum Sehat Indonesia” untuk tingkatkan kesehatan gigi dan mulut 2 juta anak sekolah dan santri di Indonesia.

Sepanjang 2024, kampanye yang terdiri atas berbagai program ini menekankan edukasi kesehatan gigi dan mulut, termasuk selama Ramadan. 

Peringatan tersebut digelar di Ballroom Masjid Agung Trans Studio, Rabu 20 Maret 2024, yang terlaksana atas dukungan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Padjadjaran. 

Hadir dalam acara tersebut drg. Usman Sumantri, MSc sebagai Ketua Pengurus Besar PDGI, Ustaz Dr. Zulkarnain Muhammad Ali, SE., MSi., Ph.D dari MUI Pusat, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes., AAK selaku Ketua ARSGMPI, Ketua AFDOKGI Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. Dekan FKG Unpad Dr. Dudi Arifin, drg, SP.KG, Direktur RSKG Unpad Dr. Kosterman Usri, drg, MM dan selebritas Citra Kirana. 

Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah, padahal besar pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Menurut drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar PDGI bahwa edukasi berkelanjutan masih menjadi prioritas guna membantu masyarakat memperbaiki perilaku dan kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut. 

“Kami terus mengajarkan pentingnya sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta rutin konsultasi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Mengingat tahun ini Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia bertepatan dengan Ramadan, secara khusus kami juga memberikan edukasi untuk menjawab kegelisahan masyarakat mengenai perawatan dokter gigi selama berpuasa,” tutur Usman.

Lanjut Usman, sebagai latar belakang, pada 2018 kegelisahan ini telah mendorong PDGI Kota Bandung meminta fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung. “Setelah dikaji dari sisi medis dan agama, sejumlah tindakan seperti pembersihan karang gigi, pencabutan maupun penambalan gigi, hukumnya tidak membatalkan puasa. Pembahasan secara detil tercantum dalam Fatwa MUI Kota Bandung Nomor: 250/E/MUI-KB/V/2018 mengenai Tindakan Kedokteran Gigi,” ungkap drg. Usman.

Sementara itu, Ustaz Dr. Zulkarnain Muhammad Ali, SE., MSi., Ph.D, Da'i Nasional bersertifikasi MUI dan Kemenag RI menanggapi bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan begitu banyak karunia pada manusia. 

“Merupakan tanggung jawab kita untuk merawat pemberian Allah, termasuk gigi kita yang penting untuk selalu dijaga kebersihannya. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang senantiasa bersiwak setiap berwudhu, meski sedang berpuasa. Selain itu, seorang muslim wajib mengutamakan kemaslahatan dirinya, tidak terkecuali perihal gigi,” ujar Zulkarnain.

Zulkarnain menjelaskan, diriwayatkan salah satu Imam Madzhab seperti Imam Maliki bahwa puasa makruh bagi orang dengan uzur untuk segera mengobati sakit gigi guna menghindari kemudharatan lain seperti timbul penyakit baru, penyakit bertambah parah, atau menderita sakit luar biasa. “Jangan menjadikan puasa sebagai halangan merawat kesehatan gigi, justru bersemangatlah memastikan gigi dan mulut tetap sehat agar dapat memaksimalkan fokus ketika menjalankan segala amal ibadah Ramadan yang hanya setahun sekali, dan kita pun dapat bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat dengan nyaman,” paparnya.

Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes., AAK, Ketua ARSGMPI menyampaikan, telah terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien di sejumlah RSGM FKG Universitas di berbagai kota selama bulan Ramadan. Sebagai contoh di RSGM FKG Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, presentasenya turun sebesar 20%; sedangkan di RSGM FKG Universitas Padjadjaran Bandung sebanyak 35%; bahkan di RSGM FKG Universitas Sumatera Utara, Medan penurunan mencapai hingga 50%. 

“Padahal, kunjungan ke dokter gigi tetap dapat dilakukan dan justru tidak boleh ditunda bagi yang giginya bermasalah agar kondisinya tidak makin parah. Jika permasalahan gigi bertambah lebih serius, maka akan membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga dan biaya untuk mengobatinya,” jelas drg. Julita.

Citra Kirana, selebritas yang sangat peduli dengan kesehatan diri dan keluarganya berbagi tips. “Aku percaya senyum sehat adalah kunci dari tubuh yang kuat karena aku pernah sakit gigi sampai nggak ngenakin banget dan jadi susah beraktivitas. Apalagi sakit gigi nggak kenal waktu, pernah juga terjadi saat Ramadan. Pastinya sempat galau ya, kalau ke dokter gigi apakah puasaku jadi batal? Jadi lega setelah menyimak diskusi hari ini, aku dan keluarga lebih mantap untuk tetap berkonsultasi ke dokter gigi, meski di bulan Ramadan. Tentunya diiringi kebiasaan merawat kesehatan gigi dengan produk berkualitas yang memberikan banyak kebaikan seperti Pepsodent Herbal. Kandungan alaminya membantu gigi tetap sehat dan membuat nafas segar seharian. Insyaa Allah saya dan keluarga bisa lebih optimal mengejar keberkahan Ramadan, tanpa gangguan,” ungkapnya.

Sedangkan menurut drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia pihaknya mengawali kampanye ‘Senyum Sehat Indonesia’ dengan ‘Pelatihan Santri Berseri; Bercahaya, Sehat, dan Percaya Diri’ sejak Januari 2024 di 11 kota di Indonesia. “Hingga kini, sebanyak 10.000 santri telah menerima manfaat positif dari program tersebut. 

Kali ini dengan dukungan 65 PDGI cabang, 30 FKG serta RSGM di seluruh Indonesia, di peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 kami menargetkan untuk menjangkau lebih dari 50.000 santri di 100 pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.

Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. Ketua AFDOKGI menekankan kolaborasi dan rangkaian kampanye ‘Senyum Sehat Indonesia’. “Hal ini sangat penting karena kami bersama-sama menyasar komunitas yang membutuhkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, seperti pesantren. Para santri putra/putri hidup secara komunal, sehingga jika gaya hidupnya kurang sehat maka dapat memengaruhi kualitas kesehatan hingga proses belajar mereka. Selain kunjungan secara langsung, dokter gigi dari 30 FKG di Indonesia juga akan membuka layanan teledentistry secara bergantian untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga profesional yang mungkin jumlahnya masih terbatas di beberapa wilayah. Hari ini secara simbolis kegiatan kami mulai bersama FKG RSGM UNPAD dengan memeriksa kesehatan gigi dan mulut 50 santri dan santri putri dari Rumah Tahfidz Qur'an Anak Bandung,” ujarnya.

Selama 90 tahun, Pepsodent secara konsisten telah berkontribusi positif membawa kebaikan bersama seluruh mitranya, dan telah menjaga lebih dari 30 juta senyum sehat masyarakat Indonesia. Pencapaian ini dilakukan melalui program tahunan yang mencakup edukasi dalam membiasakan sikat gigi dua kali sehari – sesudah sarapan dan sebelum tidur – serta rutin periksa ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali, hingga penyediaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi bimbang pergi ke dokter gigi selama Ramadan karena tindakan perawatan yang dilakukan secara berhati-hati dan tidak berlebihan, tidak akan membatalkan puasa. Besar pula harapan kami seluruh agenda yang telah direncanakan PDGI dengan AFDOKGI, ARSGMPI dan Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent dapat terlaksana dengan baik sehingga bersama-sama kita semua mampu mewujudkan senyum sehat Indonesia,” ungkap drg. Usman. **(Asep)