Senin, 6 Desember 2021 | 18:01 WIB

Presidium Aliansi Nano Tolak Monumen Covid-19 di Areal Monju.

foto

Anggota Presedium Aliansi Nano, Ari Mulia Subagdja

BANDUNG, indoartnews.com ~ Presidium Aliansi Nano menolak pembangunan monument covid-19 di kawasan Monju, lebih baik yang paling utama adalah bentuk perhatiannya ditujukan kepada keluarga atau anaknya yang meninggal karena berjuang melawan pandemik di garda depan. 

Hal tersebut disampaikan anggota Presidium Aliansi Nano, Ari Mulia Subagdja saat memberikan paparan dalam diskusi publik bertajuk Polemik Monumen Covid-19 dengan Forum Jurnalis Jabar (FJJ). Jum’at (19/11/20021). 

"Saya kira, yang menjadi latar belakang kami membuat suatu pernyataan petisi menolak keberadaan pembangunan monumen korban Covid, bukan kami tidak setuju masalah pembangunan monumennya," paparnya.

Ditegaskan Ari, bila mau membangun monumen, silahkan dibangun di tempat lain, tidak bertumpuk di areal monumen perjuangan (Monju) rakyat Jawa Barat.

Jauh lebih setuju bagi Aliansi Nano, bila pembangunan monumen Covid-19 sebagai wujud perhatian pemerintah daerah kepada tenaga kerja kesehatan korban virus Corona sebaiknya dilakukan dalam bentuk lain.

Aliansi Nano lebih setuju, pemerintah daerah memikirkan nasib anak-anak dari korban tenaga kesehatan tersebut. Mulai, bagaimana kehidupannya, sekolahnya, kesehatannya, dan tempat tinggalnya.

"Itu yang lebih penting, saya kira. Bagi ahli waris keluarga yang ditinggalkan. Jadi tidak hanya dalam bentuk yang bisa dilihat saja. Tetapi lebih menyentuh, lebih bermanfaat bagi keluarga korban Covid-19," ungkapnya.

Menurut Ari, jika itu sudah dilakukan, dan pemerintah daerah merasa perlu membangun tugu atau monumen bagi para nakes yang gugur, sebaiknya pembangunannya tidak dilakukan di areal monumen perjuangan (monju).

"Kalau boleh saya usul. Bikinlah monumen Covid-19 itu di makam Cikadut. Kan, di tempat itu para korban covid dimakamkan," katanya. **