Senin, 6 Desember 2021 | 17:55 WIB

SD Muhammadiyah 3 Bandung Tegas dan Hati-hati Menerapkan PTM Terbatas

foto

Elly Susanto

Giat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SD Muhammadiyah 3 Bandung, Kamis (4/11/2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Wakil Kepala SD Muhammadiyah 3 Bandung yang juga Bidang Humas, Entoh Wahyu S.Pdi menyatakan, manajemen sekolahnya tetap tegas dan hati-hati saat dimulainya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). 

Penegasan ini ia kemukakan kepada indoartnews.com di ruang kerjanya, Jl. PH.H  Mustofa, Bandung, Kamis (4/11) sehubungan telah dimulainya PTMT pada 18 September 2021.

"Alhamdulillah, SD Muhammadiyah 3 sejak awal terpilih oleh pemangku kebijakan untuk menyelenggarakan PTMT, sesuai dengan hasil visitasi dan asesmen (arahan) pada 27 Mei 2021," ucap Entoh Wahyu yang akrab disapa Pak Wahyu.

Sebenarnya sejak saat itu sekolah sudah siap tapi karena masih ada rasa khawatir, pihaknya tidak mau mengambil resiko dan ketika pandemi Covid-19 melandai dan ada izin, sekolah memulainya PTMT pada pertengahan September.

Jika ada kabar beberapa sekolah yang dihentikan PTMTnya karena ada beberapa guru dan siswa yang diduga positif Covid-19 ketegasan dan kehati-hatian terhadap siswanya ditingkatkan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). 

Salah satu bentuk ketegasan, kehati-hatian dan koordinasi, manajemen sekolah meminta agar orang tua mengarahkan anak-anak mereka pada masa PTMT ini siswa memiliki semangat bersekolah walau waktunya sebentar dengan rombongan belajar hanya 50%.

Menurut Wahyu, dari 472 siswa di SD Muhammadiyah 3 dalam masa PTMT ini tetap diarahkan mematuhi prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah. "Kami khawatir jika terjadi ada pelanggaran, pemerintah bisa menghentikan PTMT," tegas Entoh Wahyu seraya menambahkan, di sekolahnya sampai saat ini tidak ada yang terpapar Covid-19.

Sedangkan dalam menghadapi libur natal dan tahun baru (nataru). Wahyu pun mengingatkan, sekolah tidak bisa melarang. Selain hak mereka, juga kegiatannya di luar lingkungan sekolah.

Karena itu, ia pun berharap orang tua bertindak jujur jika membawa libur anak-anak tetap mengomunikasikan laporan kegiatannya (report lobilitas) di hari liburnya itu.

"Siswa yang bepergian atau liburan ke luar kota tidak akan diikutkan PMT dulu. Untuk sementara di rumah saja tetapi pelayanan belajarnya tetap kita berikan lewat pelajaran jarak jauh. Itu untuk masa karantina sekalipun tidak ada indikasi gangguan kesehatan," imbuh Wahyu.

Namun sebaiknya, di masa pandemi ini bisa menahan diri, tidak terlalu banyak kegiatan. Apalagi jika sifatnya hiburan. Bersabarlah dulu.

Ia menganjurkan kepada para siswa pada masa liburan sebaiknya mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekolah, "secara intern, kami di sekolah mengantispasi siswa di masa liburannya tetap produktif dan kreatif dengan menyelenggarakan perlombaan-perlombaan secara daring. Misalnya membuat miniatur dari barang-barang bekas, berpidato dan perlombaan lainnya," jelas Wahyu. 

Ketika ada informasi, sekolah lain ada yang dihentikan PTMnya karena beberapa siswanya terpapar Covid-19, besoknya seluruh guru dan manajemen rapat supaya SD Muhammadiyah 3 tetap survive dalam pelaksanaan PTMnya. "Kami pun minta arahan bagaimana cara menghadapinya kepada Puskesmas dan Kelurahan. 

Wahyu pun menjelaskan, jika ada lonjakan Covid-19 sehingga PTMT harus dihentikan oleh Pemerintah, kita ikuti saja sambil tetap berikhtiar. "Mudah-mudahan tidak ada siswa, keluarga siswa dan guru-guru di SD Muhamadiyah 3 yang terpapar Covid-19," pungkas Wahyu.**

Editor : H. Eddy D