Senin, 6 Desember 2021 | 18:56 WIB

Warga RW 08 Antapani Kidul Miliki Kesadaran Tinggi Cegah dan Tanggulangi Covid-19

foto

Elly Susanto

Ketua RW 08 Antapani Kidul, Kec. Antapani, Kota Bandung, Sudirman Bonaparte

BANDUNG, indoartnews.com ~ Sudirman Bonavarte Ketua RW 08 Kel. Antapani Kidul Kec. Antapani Kota Bandung menyatakan rasa syukurnya karena warganya memiliki kesadaran yang sama, baik dalam menjaga, mencegah dan menanggulangi Covid-19.

Ia menyebutkan, sejak pandemi 'menyerang' dunia, di RW 08 dengan 355 kepala keluarga terdiri dari 6 RT, ada 138 orang yang terpapar. Tujuh orang di antaranya meninggal dengan rata-rata usianya di atas 60 tahun.

Sudirman menyebutkan, warganya kuat bergotong royong dalam menghadapi dan menanggulangi Covid-19. Dana yang ada hingga kini pun tetap dimanfaatkan untuk memberi suplemen vitamin kepada warganya yang terpapar. Tiga macam suplemen termasuk madu, hand sanitizer, masker, minyak kayu putih dan vitamin pun tersedia 32 macam karena menurut dokter Puskesmas vitamin itu sangat baik dan memang terbukti amat manjur.

Ketua RW 08, Sudiman Bonavarte menyatakan, di kas RW untuk penanggulangan Covid-19 saat ini tercatat sekitar Rp. 5 juta hasil sumbangan sukarela. "Bagi yang terpapar di sini 1 RT menjamin untuk makan sehari-hari bagi yang terpapar selama isoman. Ketua RT di sini demikian aktif. Ketika ada yang terpapar tidak bisa keluar rumah, Ketua RT bersama warganya yang menanggulanginya.

Sudirman pun bersyukur ada warga yang setiap bulannya selalu menyisihkan uangnya secara sukarela membantu kas penanganan Covid-19." Jadi masa pandemi Covid-19 ini dijadikan ladang beramal soleh dan sedekah. Kami amat bersyukur sekali," kata Pak RW yang mantan Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha RRI Pusat ini.

"Alhamdulillah sudah beberapa bulan ini RW 08 sudah Zero Covid-19. Kami pun bersyukur warga sudah amat sadar akan bahaya Covid ini. Sebagai buktinya, tidak ada lagi yang berkerumun". 

Di RW ini tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan beberapa kebijakan. Di masjid hingga kini tetap masih berjarak, bermasker, bersajadah yang dibawa dari rumah masing-masing. Begitu juga kami stop dulu kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan.

Demikian pula, katanya jika ada orang luar masuk ke RW 08 dicatat, diingatkan jangan sampai lebih dari satu jam, kami periksa suhu badannya dan jika lebih dari 37, kami tolak.

HADAPI NATARU

Dalam menghadapi suasana hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), kata Sudirman Bonavarte, pihaknya memberi imbauan kepada setiap RT, Covid masih berkeliaran jadi tetap harus hati-hati jangan sampai terjadi lonjakan seperti yang terjadi pasca Lebaran. Jangan berkerumun, jangan berjabatan tangan atau cipika-cipiki.

"Yang tak kalah pentingnya, kita pun berdoa memohon kepada Allah SWT agar manusia disadarkan akan adanya Covid-19 dan semoga Allah pun meningkatkan imunitas dan melindungi kami," ucapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan isoman di RW 08 tidak lepas dari bimbingan dan pengawasan Kepala Puskesmas Jajaway dr. Rosita dan petugasnya Ira yang tak merasa lelah terus memantau dan membimbing pasien yang isoman.

"Saya sangat mengapresiasi kegigihan dan ketekunan Mba Ira perawat yang ditugasi menangani pasien RW 08 dan terus memantau. Ini dirasakan pula oleh Pak Dede Rusdia warga Jl. Probolinggo 16 saat dia beserta isteri dan puteranya terpapar Covid-19," pungkas Sudirman Bonavarte yang juga mantan Kepala Pusat pemberitaan RRI.**