Senin, 6 Desember 2021 | 18:37 WIB

47 Anak Asuh Kaum Dhuafa di ZIS Bandung Tetap Taati Protokol Kesehatan

foto

Elly Susanto

Ketua Yayasan ZIS Bandung, Yopi Setiadi bersama anak didik asuhnya.

BANDUNG, indoartnews.com ~ Yayasan Zamzam Insan Sejahtera Bandung di Sukaaman Jl. Awibitung Bandung yang memiliki 47 anak asuh kaum dhuafa, anak yatim, piatu dan yatim piatu konsisten dengan pendidikannya walau di era pandemi Covid-19.

Ketua Yayasan ZIS Bandung, Yopi Setiadi kepada indoartnews.com Sabtu (2/10-2021) menjelaskan, anak asuh di ZIS mulai SD, SMP dan SMA. Biaya sekolahnya datang dari para penyantun dan donatur yang kebanyakan spontanitas, dari Dinas, lembaga atau perorangan. "Hingga saat ini, kata Yopi, kami harapkan ada bantuan dari Pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Bandung".

Mengenai pembelajaran di masa pandemi Covid-19, Yopi Setiadi menyatakan, semua aktivitas dilarang di kantor. Ini pun sesuai aturan dari RT/RW setempat.

Aktivitas hanya boleh dilakukan dari rumah ke rumah untuk memberikan santunan. Semua kegiatan belajar mengajar di Yayasan, ditiadakan.

Yopi menyebutkan, pada masa awal pandemi menunggu kebijakan dari Pemerintah. "Setelah setahun berlalu, akhirnya secara bertahap mulai dari daring hingga tatap muka tapi hanya 50%," ujar Yopi. 

Ia pun menambahkan, misal dari 47 anak didik sepuluh-sepuluh dulu, bertahap dari minggu ke minggu, bulan ke bulan dan akhirnya berjalan sampai pandemi ke dua, masuk level 3. Lebih longgar dan kita pun beraktivitas seperti biasanya. 

"Walau demikian, kata Yopi pula, protokol kesehatan tetap kami patuhi. Salah satunya, dengan menjaga quota sebagaimana yang telah diatur menjadi 3 rombongan karena ruangan pun terbatas. 

Yopi menyatakan, sebelum ada pandemi, anak didik masuk dengan jumlah 47 orang. Tetapi dengan kondisi sekarang hanya bisa masuk 10 sampai 15 orang.

"Itu merupakan salah satu tata cara yang kita terapkan. Akhirnya, membagi waktu yang seminggu bisa menjadi 3 sesi dari 47 anak itu," terang Yopi. 

Sebelum masuk, mereka diarahkan selalu mencuci tangan yang tempatnya sudah disediakan Yayasan. Meja pun diberi jarak sampai 1 hingga 1,5 meter dan semua ketentuan prokes dari Pemerintah tetap dipatuhi. **

Editor : H. Eddy D