Senin, 6 Desember 2021 | 18:54 WIB

Hj. Siti Aisyah Alami Keajaiban di Hari Keempat Mendadak Sehat Berkat Doa

foto

Elly Susanto

Hj. Siti Aisyah saat diwawancara di rumah kediamannya, Jumat sore (1/10/2021).

KEAJAIBAN dari Allah dialami ibu Hj. Siti Aisyah (62) yang awalnya sakit yang dideritanya sangat mencemaskan karena sakit sekujur tubuhnya, pegal-pegal. Indera penciuman pun hilang yang dibuktikan dengan mengujinya mencium kencur tidak terasa apa-apa. 

"Ini saya alami pada bulan Ramadan 1442 H hari Minggu malam 25 April 2021, kata Hj. Siti kepada indoartnews.com saat diwawancarai di rumahnya, Jl. Sukarame 1 RT 04, RW 09 Cicaheum, Kota Bandung, Jumat sore (1/10/2021) Saat itu, kata Hj. Siti melanjutkan ceritanya, ia memeriksakannya ke dokter dan diberi obat. Dokter sendiri tidak menyinggung soal Covid-19 karena dokter hanya diberi tahu enggak enak badan dan panas dingin saja.

Obat pun diminum tetapi kondisi badan tetap sakit sekujur tubuh panas malah datang sesak. "Belum kepikiran kena Covid-19. Begitu ingat musim pandemi, saya katakan kepada anak saya, Rika dan menyarankan untuk diswab," kata Hj. Siti.

Sesak selama 3 hari, panas tidak turun-turun akhirnya masuk Rumah Sakit (RS) Santo Jusup dan langsung dipasang oksigen, diinfus serta diperiksa darah dan dirontgen, diswab selanjutnya dibawa ke ruangan.

Ia menyebutkan, selama dirawat di RS dalam beberapa hari saja badan kurus sekali. "Mau membuka kemasan obat saja tidak bisa karena lemas dan badan bergetar," katanya seraya menambahkan di ruang ICU sendirian, tidak ada pasien lain hingga membuat dirinya stress. Padahal ruangan lain penuh. 

Walau kondisi begitu dan dilarang bergerak kewajiban shalat dan mengaji Al Qur'an selalu dilaksanakan disertai doa tak pernah berhenti. 

"Saya sudah pasrah. Seandainya sudah waktunya saya siap. Dalam pikiran saya, saat saya tidur mungkin tidak bangun lagi. Sebab, selama 4 hari saya tidak bisa tidur. Pas malam Lailatul Qodar 21 Ramadan saya terus berdoa; Ya Allah, jika memang sudah waktunya saya ikhlas. Namun jika belum waktunya untuk hamba mati, sembuhkan dan sehatkanlah hamba," tukas Hj. Siti mengenang masa-masa sakit parah. 

Setelah berdoa, ternyata saya bisa tidur. Padahal sudah 4 malam sejak di RS saya tidak bisa tidur sama sekali. Besoknya begitu bangun badan terasa ringan, sakit badan, panas dingin, lemas dan sesak nafas hilang.

"Makan minum pun bisa normal kembali. Penyakit hilang semua. Saya kaget dan bersyukur dan ketika dokter memeriksanya, semua yang menempel seperti infus dan oksigen dicabut. Perawat mengatakan, wajah ibu segar berseri-seri. Padahal sebelumnya perawat itu memanggil saya nek! Mungkin saat itu badan saya kurus sekali jadi seperti nenek-nenek, ujar Hj. Siti dengan tersenyum.

Ia menyatakan, walau ia tampak sudah sembuh tetapi tetap sementara berada dalam pengawasan dokter RS sampai 10 hari boleh pulang dan setiba di rumah tetap harus isolasi mandiri (isoman) selama 14 hari. "Alhamdulillah saya kini sehat kembali," ujarnya.

"Saya bersyukur bisa pulang dan dinyatakan sehat. Soalnya seperti yang saya saksikan yang sakit akibat Covid-19 setelah dirawat di RS bukan pulang ke rumah melainkan ke pemakaman," katanya dan menambahkan, ia selalu berdoa dan bersyukur Allah telah menyehatkan saya lagi. 

Ia menyebutkan sejak ia sembuh, anak-anaknya yang jauh-jauh lebih sering menjenguk dan menjadi lebih dekat. Perhatiannya lebih besar lagi. 

"Ibadah saya ditingkatkan dan lebih semangat, kata Hj. Siti, karena Allah telah memberikan yang terbaik dengan memberikan jatah usia. Semoga, saya selalu dalam lindungan Allah," pungkasnya.**

Editor : H. Eddy D