Senin, 6 Desember 2021 | 19:08 WIB

Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Tak Kendur Walau Melandai

foto

Ketua Komite Kebijakan penanganan Covid-19 yang juga Wali Kota Bandung M. Oded Danial bersama Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana

BANDUNG, indoartnews.com ~ Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial menyatakan, walau kasus Covid-19 terus melandai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap berhati-hati memberikan relaksasi/pelonggaran.

Oded mengemukakan hal itu usai menggelar rapat terbatas evaluasi penanganan Covid-19 di Balai Kota Bandung, Jum'at (1/10-2021).

Mang Oded menjelaskan, pelonggaran lebih luas akan diberikan pada sektor pariwisata dan juga akan membuka semua museum di Kota Bandung.

Meski begitu ia memastikan protokol kesehatan (prokes) terkait prosedur pelaksanaan operasional harus ketat, agar tidak kecolongan kasus positif aktif kembali meningkat akibat pengawasan yang kurang ketat di sektor pariwisata.

"Ada beberapa hal kita berikan relaksasi. Barangkali uji coba perluasan tempat wisata. Insya Allah, dengan prinsip kehati-hatian dan memperketat prokes," tandas Oded. 

Menurut Oded, sejumlah pembatasan tetap diberlakukan disesuaikan antara Instruksi Menteri Dalam Negeri dengan kondisi Kota Bandung. Di antaranya pelaksanaan meetings, incentives, conferences and exhibition (MICE), juga pernikahan yang hanya boleh dihadiri 20 orang per sesi dan harus ada rekomendasi dari Satgas demi kehati-hatian. 

Selain itu mengenai pengaturan lalu lintas tetap juga diberlakukan di Kota Bandung. "Ini karena hasil laporan Kepolisian dengan penerapan ganjil genap cukup mampu menekan volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung. 

Konser ruang terbuka sesuai usulan dari Disbudpar masih belum disepakati. Kalau kelanjutan ganjil genap ini diputuskan, dalam dua pekan ke depan tetap dilaksanakan. Karena kita tidak mau euforia dan menjaga kehati-hatian," jelasnya.

Perihal evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), Oded menyebutkan, sejauh ini berjalan cukup lancar. Di samping protokol kesehatan, salah satu syarat yang harus menjadi perhatian utama yakni izin orang tua.

"Evaluasi PTM terbatas, hasil pantauan di lapangan masih ada pro kontra dari orang tua. Karena ada pro kontra ini tetap kita berikan keleluasaan kepada orang tua murid. Ketika tidak ada izin orang tua, maka tidak boleh," bebernya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, dalam waktu dekat ini akan dilakukan tes acak di lingkungan sekolah. Hal ini untuk melihat kondisi terkini setelah dijalankan PTMT.

"Jadi itu 10 persen dari sekolah yang sudah diizinkan PTMT. Nanti dari hasil random kalau di bawah 1 persen di-tracing (dilacak) kontak erat. Kalau 1-5 persen itu satu rombongan belajar dilacak, tapi kalau di atas 5 persen itu sekolahnya ditutup," ungkap Yana. 

kemudian terkait relaksasi tempat wisata dan museum, Yana menyatakan tempat-tempat yang mulai diberi kelonggaran beraktivitas akan dilengkapi dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memudahkan pengendalian pengunjung.

"Di semua yang akan diberi relaksasi, PeduliLindungi harus digunakan. Karena bisa diketahui status pengunjung, termasuk jumlahnya," tutur Yana.

Yana menambahkan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sangat memungkinkan dilakukan di Kota Bandung yang saat ini cakupan pemberian vaksinnya sudah cukup luas. Terhitung tanggal 30 September 2021, pemberian dosis pertama mencapai 85,02 persen dan dosis kedua 57,42 persen. 

"Kita percaya diri menerapkan itu karena proses vaksinasi Kota Bandung sudah luar biasa. Itu juga diharapkan mendorong orang yang tadinya tidak mau divaksin untuk mau divaksin," ucapnya. **

Editor : H. Eddy D