Senin, 6 Desember 2021 | 18:43 WIB

PTM Terbatas di SMP Santo Yusup Bandung Terapkan Prokes Ketat

foto

Suasana kelas di SMP Santo Yusup saat pelaksanaan PTM Terbatas, Rabu (22/9/2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Menyusul beralihnya status Kota Bandung dari zona merah Covid-19 menjadi zona kuning, SMP Santo Yusup pun melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung bersama Dinas Kesehatan. 

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santo Yusup, Markus Edy Sulisman S.S menjelaskan, bagi siswa siswi yang mengikuti PTM Terbatas di sekolah, harus mendapatkan syarat ijin orang tua dan harus mematuhi prokes, seperti pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk kelas.

“Kita awasi dan dampingi secara ketat saat masuk kelas, agar tidak bergerombol di depan kelas, di gang atau di selasar. Saya tugaskan 2 guru untuk mengawasi dan mendampingi mereka," katanya saat ditemui di ruangan Kepala Sekolah SMP Santo Yusup, Jalan Sulaksana Baru l No.18 Bandung, Kamis (23/9/2021).

Markus Edy Sulisman SS, Kepala SMP Santo Yusup Bandung, Kamis (23/9/2021). Foto : Elly Susanto

Markus pun memerinci jumlah siswa siswi di SMP Santo Yusup, yaitu Kelas I sampai dengan III berjumlah 286 murid, yang terjaring 134. Namun dalam aturan PTM terbatas hanya boleh diikuti oleh 25% murid. Dari tiap satu kelas ada 32 orang, berarti mereka yang ikut PTM Terbatas hanya 8 orang. Dari yang diijinkan tidak mencapai 8 orang, hingga tiap kelasnya cuma ada 5 atau 6 murid. 

Sebagian murid yang tidak mengikuti PTM Terbatas, sekolah tetap memberikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Saat ini pihak sekolah sedang melakukan penilaian tengah semester (PTS), mereka yang tidak ikut PTM Terbatas, tetap bisa mengerjakan tugas-tugasnya secara daring karena PTS menggunakan sistem kuisis di Googleform.

Menyinggung tentang vaksinasi, Markus mengakui masih ada 30 murid yang belum divaksinasi. Untuk itu, sekolah bekerjasama dengan Puskesmas Babakan Surabaya akan menyelenggarakan vaksinasi pada 12 Oktober dan 9 November mendatang untuk Kelurahan Cicaheum dilaksanakan di SMP Santo Yusup. Vaksinasi ini hanya diperuntukan pada murid 12 tahun ke atas.

“Vaksinasi diselenggarakan untuk semua peserta didik di Kelurahan Cicaheum, dipusatkan disini karena menurut Disdik dan Dinas Kesehatan Kota Bandung, SMP Santo Yusup cukup representatif,” pungkas Markus.**

Editor : H. Eddy D