Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:27 WIB

RDC mantan Manager Akutansi dan Keuangan PT Pos Finansial Indonesia Ditahan Kejati Jabar

foto

Elly Susanto

Kejati Jabar menahan RDC tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan di PT Pos Finansial Indonesia, Selasa (14/9/2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Selasa (14/9-2021) menahan tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan di PT Pos Finansial Indonesia, RDC mantan Manager Akutansi dan Keuangan PT Pos Finansial Indonesia. 

Keterangan itu disampaikan Aspidsus Kejati Jabar Riyono di Kantor Kejati Jabar Jl. Naripan Bandung kepada awak media, Selasa (14/9).

Aspidsus mengatakan, tersangka RDC berpotensi merugikan keuangan negara sekitar Rp. 52.612.200.000 dalam pengelolaan layanan Pospay yang dilaksanakan PT Pos Finansial Indonesia.

Rincian uang sejumlah itu untuk pembayaran premi sertifikat jaminan pembayaran kepada PT Berdikari Insurance melalui Brooker PT Caraka Mulia yang ternyata dimark up dan dibatalkan oleh PT Berdikari Insurance sebesar Rp. 2.812.800.000. Yang lainnya pengadaan alat soil monitoring dan peremajaan lahan (Proyek Kementan) yang disubkontrakan ke PT Pos Financial Indonesia. Padahal proyek itu fiktif senilai Rp. 19.319.400.000.

Kerugian lainnya, penggunaan dana PT Pos Financial Indonesia untuk pembelian saham (ekuisis) PT Pelangi Indodata dan PT Lateria Guna Prestasi dengan menggunakan nama orang lain (nomine) atas nama Dian Agustini dan Gugy Gunawan Tribuana senilai Rp. 17 miliar.

Sementara penggunaan dana PT Pos Financial Indonesia untuk kepentingan pribadi Soeharto selaku Direktur PT POSFIN sebesar Rp. 4.280.000.000.

Pembiayaan/pinjaman back to back pada Bank Mega Syariah (BMS) yang ternyata digunakan menebus sertifikat rumah pribadi Soeharto selaku Direktur PT POSFIN pada Bank Maybank sebesar Rp. 9, 2 milyar.

Selanjutnya, kata Aspidsus Kejati Jabar, Riyono, terhadap tersangka kini ditahan pada tingkat Penyidikan selama 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 14 September s/d 3 Oktober 2021 yang dititipkan di rumah tahanan Polrestabes Bandung.**

Editor : H. Eddy D