Selasa, 21 September 2021 | 19:23 WIB

Sejak PPKM Darurat Diterapkan Pariwisata, Tempat Hiburan Lesu

foto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Edward Parlindungan mengakui, sektor pariwisata dan tempat hiburan di Kota Bandung semakin lesu sejak PPKM Darurat diterapkan. Apalagi dengan diperpanjangnya hingga 9 Agustus 2021.

Hal itu dikatakannya pada Bandung Menjawab secara virtual pada Selasa (3/8-2021) dan menambahkan, sejak pemberlakuan PSBB secara Proporsional Juni lalu, tempat wisata dan hiburan di kota ini sudah tidak beroperasi menaati instruksi Pemerintah.

Mereka sudah tidak beroperasi. Apalagi tempat wisata dan tempat hiburan sudah tidak beroperasi sejak 17 Juni 2021,” kata Edward.

Ia mencontohkan, Kebun Binatang Bandung merupakan tempat wisata yang terdampak.

Namun, Disbudpar Kota Bandung selalu berupaya mencari solusi yang terbaik dengan terus berkomunikasi ke berbagai pihak.

“Selama ini kita terus berkomunikasi dengan beberapa donatur dan berusaha menggugah masyarakat untuk bisa membantu kebun binatang melangsungkan kehidupannya,” imbuhnya.

Di samping itu, Edward mengungkapkan, tingkat keterisian kamar di hotel yang ada di Kota Bandung saat ini masih di bawah 10 persen.

Hal ini mengindikasi terjadi penurunan angka wisatawan yang datang ke Bandung.

“Jelas ini sudah jauh dari kondisi kita tahun lalu, pada Juni, Juli, dan Agustus 2020,” ujarnya.@ “Tapi kalau sekarang memang dari bulan Juni bisa dilihat bahwa keterisian hotel di bawah 10 persen dan beberapa tempat di tujuan wisata ditutup. Jelas memang wisatawan tidak bisa hadir ke Kota Bandung,” imbuhnya.

Maka itu, Disbudpar meminta para pelaku ekonomi untuk bersabar dan menahan diri. Karena sejatinya PPKM untuk kepentingan dan keselamatan bersama.

“Kalau kasus Covid-19 terus meningkat ini akan semakin memperburuk perekonomian. Tapi kalau kita sudah semakin baik levelnya, aktivitas kita akan sedikit dilonggarkan. Beberapa kegiatan bisa direlaksasi sehingga bisa menghidupkan kembali perekonomian,” ujarnya.

“Mari kita sama-sama menyikapi kondisi ini dengan seksama agar kita bisa lebih baik lagi ke depan,” ajaknya.**

Editor : H. Eddy D