Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:21 WIB

Pemkot Bandung Tak Bedakan Pasien dari Mana Asalnya

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak membedakan identitas pasien dari mana asal domisili dalam atau luar Kota Bandung. "Yang penting tingkat pelayanan pasien tetap sama. Walau tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung selalu tinggi," tegas Sekda.

Penegasannya ini dikemukakan di Jalan Arjuna Kota Bandung, Rabu (21/7-2021) seraya mengemukakan, jika rumah sakit di Kota Bandung hanya melayani warga Kota saja BORnya di bawah 60%.

Namun, kata Sekda, karena menjadi rujukan dari berbagai daerah, BOR rumah sakitnya tinggi. Dari 29 RS di Kota Bandung 50% diisi pasien-pasien dari luar kota.

Dengan BOR yang selalu tinggi, kata Sekda, membuktikan RS di Kota Bandung memberikan pelayanan bagi pasien dari mana pun. Tidak terjebak persoalan kasus dan yang terpenting layanan maksimal.

"Karena pelayanan kesehatan kita tidak bisa membatasi identitas pasien. Dari mana saja, silahkan dan itu dibuktikan 45% nya warga luar Kota Bandung, " tegas Ema.

Jadi pelayanan bagi pasien dari mana pun harus sama. Apalagi RSHS itu milik Jawa Barat.

Ema pun menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat cukup berdampak positif hingga kasus Covid-19 relatif menurun.

Ia menyebutkan, kecuali BOR, aktifnya kasus tidak terlalu masif. Kalau kumulatif itu bagian dari konsekuensi testing, tracing, treatment (3T)," imbuhnya.

Perlu diketahui, BOR rumah sakit di Kota Bandung per 20 Juli 2021 pukul 20.00 Wib mencapai 83,74%. Dari jumlah itu terjadi penurunan 6 tempat tidur dibanding hari sebelumnya.**

Editor : H. Eddy D