Selasa, 21 September 2021 | 19:24 WIB

Oknum Pemikul di TPU Cikadut Diberhentikan karena Pungli

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberhentikan seorang pemikul jenazah Covid 19 di TPU Cikadut karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) dan kini oknum tersebut tengah intensif diperiksa aparat Kepolisian.

"Oknum tersebut kami tindak tegas dengan pemberhentian dan oknum tersebut juga sedang diperiksa di Kantor Polsek setempat, ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Ahad (11/7-2021).

Yana menegaskan, tindak pungli tidak bisa ditolelir mengingat penanganan yang terpapar Covid 19 merupakan masalah kemanusiaan yang tidak memandang perbedaan latar belakang.

"Kami, kata Yana, tidan ingin main main dengan urusan Covid 19. Siapa pun yang memanfaatkan situasi seperti saat ini akan ditindak tegas. Karena ini urusan kemanusiaan".

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari menjelaskan, oknum tersebut yang diduga pungli itu merupakan tenaga pemikul tambahan. Oknum itu petugas diakomodasi pada Februari 2021 untuk membantu proses pemikulan jenazah.

Oknum tersebut, ucap Bambang Suhari, bernama Redi bukan Staf UPT TPU Cikadut. Tapi dia petugas pemikul jenazah yang diangkat pada Februari 2021 menjadi pekerja harian lepas (PHL) pemikul jenazah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di TPU Cikadut.

Bambang menegaskan, TPU Cikadut sudah ditetapkan khusus untuk pemakaman semua jenazah yang terkait Covid 19 tanpa harus membedakan suku, agama dan antar golongan.

"TPU Cikadut diperuntukan jenazah warga Kota Bandung yang meninggal karena Covid 19 dan tidak dipungut biaya apa pun juga tanpa membedakan-bedakan," tegasnya.

"Saya sudah menugaskan untuk mengarahkan tenaga dari TPU Nagrog dan TPU Cikutra membantu proses pemikulan di TPU Cikadut, " ucapnya. **

Editor : H. Eddy D