Senin, 6 Desember 2021 | 17:56 WIB

Perwal Baru Aturan PSBB Mencegah dan Mengendalikan Covid-19

foto

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat diwawancarai media terkait Perwal Kota Bandung No.61 tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Kamis (17/6/2021) resmi mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Kota Bandung No.61 tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai tindak lanjut atas situasi terkini penyebaran Covid-19.

Ini Perwal tentang perubahan ke-6 atas Perwal No. 1 tahun 2021 perihal PSBB secara proporsional dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang berlaku sejak diundangkan pada 16 Juni 2021.

Salah satu isi Perwal itu yang melarang semua kegiatan jasa usaha pariwisata hiburan. Sedang aturan lainnya meliputi 7 point.

1. Waktu operasional pusat perbelanjaan mall dan toko modern, buka pukul 10.00 dan tutup pukul 19.00.

2. Waktu operasional toko dan pertokoan, buka pukul 06.00, tutup pukul 19.00. 3.

Waktu operasional untuk warung, restoran, rumah makan dan cafe buka pukul 06.00, tutup pukul 19.00.

4. Waktu operasional untuk restoran, rumah makan dan cafe pada mal atau pusat perbelanjaan mulai buka pukul 06.00 dan tutup pukul 19.00.

5. Waktu operasional pedagang kaki lima mulai pukul 06.00 dan tutup pukul 19.00.

6. Kapasitas pengunjung mal dan pusat perbelanjaan dibatasi hanya 50% dari kapasitas gedung, ruang dan tempat duduk.

7. Kegiatan restoran, rumah makan dan cafe dibatasi hanya untuk layanan dibawa pulang (take away), drive thru, melalui pesanan secara daring atau layanan antar.

Tak hanya itu, Perwal ini juga membatasi kegiatan di hotel. Kapasitas hotel hanya diizinkan paling banyak 50 persen dari kapasitas jumlah kamar.

Waktu operasional restoran, rumah makan, dan cafe di hotel yaitu mulai pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 19.00 WIB.

Untuk kegiatan restoran dan cafe di hotel tidak menyediakan sajian makanan dalam bentuk buffet atau prasmanan.

Pada bidang yang lain, Pemkot Bandung untuk sementara juga membatasi kegiatan akad pernikahan. Akad nikah di rumah ibadah hanya diizinkan dihadiri oleh paling banyak 50 orang.

Perwal ini juga meminta kegiatan pertemuan masyarakat yang dilaksanakan di rumah ibadah seperti majelis taklim, pengajian, dan sebagainya dilaksanakan secara virtual.**

Editor : H. Eddy D