Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:01 WIB

Satgas Penanganan Covid-19 Tetap Terus Memantau PTMT

foto

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna saat memantau uji coba PTMT di salah satu sekolah di Kota Bandung

BANDUNG, indoartnews.com ~ Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung tetap ingin memastikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Bandung yang rencananya mulai Juli 2021 pelaksanaannya berjalan sesuai protokol kesehatan.

Karena itu, Satgas terus memantau pelaksanaan uji coba PTMT, termasuk di tingkat SMA. Pelaksanaannya pun tergantung keputusan Wali Kota Bandung.

Dalam hal ini, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna memantau terus uji coba ini seperti dilaksanakan Selasa (15/6-2021) yang kali ini meninjau pelaksanaan di SMAN 8, SMAN 3 dan SMAN 5.

"Secara umum pihak sekolah siap. Hanya nanti pimpinan akan mengambil kebijakan dan diselaraskan dengan situasi kondisi perkembangan dinamika Covid-19 di Kota Bandung," ujar Ema di SMAN 5.

Ia optimis sekolah siap melaksanakan PTMT, mulai kelas, toilet, masuk sekolah dengan pengecekan suhu tubuh. Termasuk ruang transit jika ada siswa yang suhu badannya tinggi.

"Semuanya masuk akal, mulai dari ruangan, pintu masuk tenaga pendidik dan siswa itu berbeda. Pola pengaturan ini termasuk siswa yang hadir cuma 25%, pembelajaran hanya 2 kali seminggu dan 2 mata pelajaran," tuturnya seraya menambahkan, tidak ada kantin, tidak ada jam istirahat. Begitu selesai mereka pulang.

Ema menyatakan gembira jika tiap orang tua siswa antar jemput. Itu lebih aman. Hanya yang dikhawatirkan jika siswa menggunakan jasa transportasi umum.

Di SMAN 8, Ema mengapresiasi fasilitas yang dihadirkan untuk uji coba PTMT seperti tempat cuci tangan, bilik disinfektan, kapasitas ruang kelas hingga pengawasan siswa yang harus berada di kelas meski jam istirahat.

Ema berharap, pengawasan dan bimbingan terhadap para siswa terkait protokol kesehatan tidak hanya dilaksanakan di sekolah saja melainkan hingga ke rumah masing-masing.

Selain itu, Ema mengingatkan kepada para guru harus menjadi suri teladan, menjadi contoh bagi para siswa. "Jangan lengah. Murid makan patonggong-tonggong, (saling membelakangi) guru makan ngariung (ngumpul), jadi kontra produktif. Begitu pun saat ngobrol, maskernya dibuka. Ini misal. Tapi jangan begitu," tegasnya.

Terkait munculnya pendapat ahli epidemiologi yang menyatakan PTMT belum dilaksanakan, Ema dapat memahaminya. Namun, pemerintah berkomitmen untuk mengikuti jadwal yang masih direncanakan.

"Pengamat boleh berpendapat. Saya datang ke sini sesuai komitmen jadwal yang dibuat. Jika saya tidak ke lapangan, tidak akan tahu gambarannya seperti apa," ucapnya. **

Editor : H. Eddy D