Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:15 WIB

Kadistaru Kota Bandung Berharap RS Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19

foto

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari

BANDUNG, indoartnews.com ~ Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Bambang Suhari berharap kerjasama dari rumah sakit (RS) lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang teridentifikasi Covid-19 untuk menghindari terjadinya pemindahan jenazah yang telah dimakamkan. Jika terindikasi dan mengarah pada terkonfirmasi positif RS harus berkoordinasi sejak dini melalui UPT TPU Cikadut.

Permohonan Kepala Distaru Kota Bandung ini disampaikan Jum'at (11/6-2021) sehubungan ada jenazah yang tidak terkonfirmasi Covid-19 dikirim ke TPU Cikadut. Padahal jelas, bukan terpapar Covid-19.

Bambang menjelaskan, jenazah itu tidak terpapar Covid-19 tapi mungkin hasil swabnya baru 4 hari kemudian. Pada akhirnya yang diabetes, jantung atau penyebab lainnya dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Cikadut.

Ia membeberkan banyak RS yang mengirim jenazah ke Cikadut dengan protokol Covid-19 tetapi ternyata setelah beberapa hari hasilnya negatif dan akhirnya banyak permohonan ke Distaru dari ahli warisnya untuk memindahkan jenazah yang negatif itu.

Ia pun mengatakan lahan khusus pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut masih tersedia. Dari 20.000 M2 lahan khusus itu baru terpakai 5.600 M2. Dari kapasitas 5000 liang lahan, baru terpakai 1.400 liang lahat.

Bambang menegaskan pula, dari hasil verifikasi Dinas Kesehatan menyatakan, 361 di antaranya digunakan jenazah terkonfirmasi aktif asal Kota Bandung. Kemudian 306 liang lahat terkonfirmasi aktif yang secara data domisili berasal dari luar Kota Bandung.

"Sisanya itu jenazah dinyatakan suspek dan probable. Selain itu banyak yang sudah dipindahkan. Dari 1.400 liang lahat yang sudah terpakai sebanyak 196, di antaranya telah dibongkar dan dipindahkan ke tempat pemakaman lain atas permintaan ahli waris setelah melengkapi sejumlah persyaratan dari Distaru.

Ia mengemukakan, 71 jenazah itu dipindahkan ke luar Kota Bandung. Sisanya 125 jenazah dipindahkan ke pemakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung.

Menurut Bambang, jika jenazah sejak dini dan diyakini terpapar, RS agar mengarahkan jenazah dimakamkan di Cikadut yang telah ditetapkan Pemerintah untuk positif Covid-19.

Tetapi bila yakin Covid-19 RS jangan memberi peluang kepada keluarganya untuk memakamkannya di mana saja karena Cikadut sudah ditunjuk berdasar Permenkes sebagai tempat pemakaman jenazah Covid-19.

"Terkadang, kata Bambang, RS membawa jenazah ke Cikadut tanpa pemberitahuan ke Distaru melalui UPT TPU di Cikadut. Tiba-tiba datang dan harus dimakamkan. "Untung petugas kami selalu siap di lapangan memberi pelayanan," pungkas Bambang.**

Editor : H. Eddy D