Kamis, 17 Juni 2021 | 06:36 WIB

Yana ; Regulasi Larangan Warga Mudik Pemkot Khawatir Siklus Naik

foto

Administrator

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

BANDUNG, indoartnews.com ~ Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menegaskan, turunnya regulasi tentang larangan mudik bagi warga Kota karena kekhawatiran terjadi siklus peningkatan Covid-19.

Penegasannya ini ia kemukakan Minggu (6/6-2021) di gedung PSSI Jl. Lodaya Bandung sehubungan terjadinya tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit sudah mencapai 79,9% dan cenderung akan mengalami kenaikan.

Ia pun khawatir terjadinya kenaikan kasus positif Covid-19 di Kota Bandung pasca Lebaran dan libur panjang beberapa waktu lalu. Itu bisa terjadi dua pekan sampai sebulan setelah libur panjang.

Yana pun menegaskan, ini sudah di titik psikologis, fasilitas kesehatan mau pun tenaga kesehatannya tidak lama lagi akan collapse.

"Kami tidak bisa membayangkan jika pemerintah pusat dan daerah tidak membatasi pemudik," tegas Yana seraya memberi contoh seperti India saja yang sudah terkendali, per harinya yang positif Covid-19 mencapai 9000an. Kini saja sudah 360.000 orang yang terpapar Covid-19.

Yana meyakinkan di Indonesia angka itu sudah mendekati 100.000 orang. "Ngeri. Karena di Kota Bandung saja sudah lebih dari 100 kasus per harinya. Padahal sebelumnya 30an kasus. Kini pasca lebaran sudah di 101 kasus per harinya," ucap Yana yang juga menunjukkan kengeriannya.

Ia juga menjelaskan setelahnya libur hari raya Waisak dan hari lahir Pancasila yang dimanfaatkan libur panjang bersamaan dengan cuti pada sebelum dan sesudahnya.

"Saat itu, konsentrasi mencegah libur panjang seminggu sebelum lebaran dan hari berikutnya ada lagi hari libur yang kejepit. Mungkin, ada yang mengambil cuti dan memanfaatkannya jadi libur panjang," ujarnya.

Ia memberi pandangan, kunci untuk mengantisipasi bertambahnya kasus lebih banyak dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kewilayahan dari tingkat RT dan RW.

"Mereka lebih hafal terhadap warganya yang diduga mudik sehingga wajib dilakukan tes atau melakukan isolasi mandiri," tegasnya.

Kuncinya itu di RT/RW termasuk juga aparat TNI-Polri karena mereka lebih faham. "Soal infrastruktur, fasilitas kesehatan, tempat isolasi mandiri untuk yang tidak bergejala kita siapkan. Untuk yang bergejala kita minta rumah sakit menambah tempat tidur juga. Mudah-mudahan sih tidak terpakai," pungkas Yana.**

Editor : H. Eddy D