Kamis, 17 Juni 2021 | 06:05 WIB

Peran Kades Lengkong & Puskesmas Turunkan Penderita Covid-19

foto

Elly Susanto

Kepala Desa Lengkong, Asep Salam Rahmat

BANDUNG, indoartnews.com ~ Kepala Desa (Kades) Lengkong, Asep Salam Rahmat bersama mitra kerjanya Puskesmas dan warga, berupaya keras menurunkan jumlah penderita Covid-19 di desanya dengan terus menerus menyosialisasikan protokol kesehatan.

Asep mengungkapkan hal ini saat obrolannya dengan wartawan indoartnews.com belum lama ini di kantornya terkait pandemi Covid-19 yang patut dihindari.

Ia menyebutkan, jika di desa lain, setiap warga meninggal terpapar Covid-19 tidak boleh dimakamkan di pemakaman desa. "Memang sih, awal-awalnya warga desa kami juga ketakutan jika ada warganya meninggal terpapar Covid-19," ucap Asep Salam Rahmat.

Namun pihak desa dan perangkat lain di desa ini terus melaksanakan sosialisasi 5 M kepada warga hingga mereka menyadari karena tidak bersentuhan dengan jenazah yang sudah dalam peti. Menurunkan ke pemakaman pun menggunakan tali.

Upaya yang dilakukan Kades, sebelum jenazah diambil, Pemerintah desa mendekati keluarganya, pengurus dan para tokoh masyarakat untuk menumbuhkan tidak keberatan dari masyarakat yang diketahui Ketua Gugus Tugas Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kab. Bandung.

Kepada petugas rumah sakit disampaikan surat pernyataan dari warga yang tidak keberatan menerima jenazah dan melaksanakan proses pemakaman itu sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Karena itu, sejak saat itu, tidak akan ada lagi warga yang meninggal akibat Covid-19, dimakamkan di Cikadut.

Kades Lengkong menegaskan, saat ini jika ada warga terpapar Covid-19, tidak dijauhi atau pun dikucilkan. Warga pun tetap harus jaga jarak jika berkomunikasi. Sedangkan yang terpapar diisolasi mandiri, disarankan setiap pagi untuk berjemur.

Sedang yang diisolasi mandiri, tetap dipantau. Jika mereka kurang makanan Desa tinggal mengirimkan saja. "Karena kami sendiri menyediakan bahan pangan seperti beras, indomie, minyak goreng dan lainnya. Hingga kini belum ada keluhan pangan habis dan mereka pun tidak dijauhi atau dikucilkan. Puskesmas sendiri tetap memantaunya," tegas Kades Asep.**

Editor : H. Eddy