Kamis, 5 Agustus 2021 | 07:45 WIB

Ir. Herry Terpilih Jadi Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Jabar

foto

Administrator

Ketua DPP Pemuda Demokrat Indonesia Baharudin Farawowan saat menyerahkan bendera Pataka kepada ketua terpilih, Ir. Herry Mei Oloan, Minggu (30/5).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Ir. Herry Mei Oloan secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Jawa Barat periode 2021-2025 dalam Konferensi Daerah (Konferda) V di Kota Bandung, Ahad (30/5-2021).

Kegiatan yang dihadiri Pengurus DPP, Gubernur Jabar yang diwakili Kesbangpol Jabar, Ketua DPD PDI Perjuangan dan seluruh Pengurus Cabang se Jabar.

Ketua DPP Pemuda Demokrat Indonesia Baharudin Farawowan berharap DPD Jawa Barat bisa membawa Kota Bandung menjadi warga dunia, menjadi pelindung dan mengangkat kaum terpinggirkan.

Selain itu, Baharudin Farawowan menekankan pula, DPD Jabar mampu melindungi generasi muda dari efek negatif medsos sehingga sangat mudah terprovokasi, mudah terpecah belah.

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam sambutan virtualnya mengatakan, hasil keputusan Konferda telah mengeluarkan keputusan yang luar biasa, termasuk dalam menjaga Pancasila yang notabene sebagai roh Pemuda Demokrat.

Selain itu, kata Gubernur, keputusan luar biasa lainnya diharapkan bisa menjadi landasan kerjasama antara Pemprov Jabar dan Pemuda Demokrat menuju terwujudnya Jabar Juara.

Secara singkat Ketua DPD PDI Jabar, Ono Surono mengatakan, organisasi yang lahir pada 31 Mei 1947 ini eksistensi mulai kembali diperhitungkan berbagai pihak. Hal ini tidak terlepas dari elemen nasionalis yang dibangun Pemuda Demokrat.

Dalam kesempatan itu, 22 DPC yang telah memilih Ir. Herry, berharap kepengurusan baru, mampu melaksanakan amanah yang diusulkannya.

Pertarungan ideologi, kata Ir. Herry, sangat mengkhawatirkan dan untuk ini kader Pemuda Demokrat memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan ideologi Pancasila.

Ir. Herry pun memberi penekanan, Pemuda Demokrat harus menjadi rumah kaum nasionalis. Karena itu, kaderisasi harus berjalan di tengah-tengah pertarungan ideologi yang mengkhawatirkan.**