Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:46 WIB

Berkat Pembinaan Satgas Warga Cikapundung Buang Sampah ke Bak Pembuangan

foto

Ken Zanindha

Satgas Sektor 21 Subsektor 05, Serma Dadang Hermawan

BANDUNG, indoartnews.com ~ Kebiasaan warga buang sampah sembarangan khususnya ke sungai atau anak sungai, memerlukan pembinaan yang tegas tetapi manusiawi. Sebab, jika rutin diberi pembinaan tentang kebersihan dan kesehatan, lama kelamaan warga pun menyadari akibatnya.

Munculnya kesadaran itu secara evolusi ketika Satgas Citarum Harum, khususnya Sektor 21 dengan 18 Subsektornya mulai turun ke lapangan 3 tahun lalu. Masalah rumit di setiap Subsektor mampu diatasi.

Seperti yang dikemukakan Serma Dadang Hermawan, Satgas Subsektor 05 Cikapundung, awalnya warga di sini membuang sampah terkadang kucing-kucingan terutama para pedagang sering melempar sampahnya ke sungai.

Serma Dadang cerita pengalaman saat bertugas membersihkan sungai dengan warga ketahuan ada yang lempar sampah ke sungai. Yang pertama tak mengakuinya.

"Pas ketahuan lagi ada yang lempar sampah ke sungai. Kami suruh turun mengambil lagi sampah yang dilemparkannya. Kalau tidak, kami beri sanksi sosial ikut bersihkan sampah di sungai minimal 3 km. Sekarang, alhamdulillah ada sampah sedikit saja mereka membuangnya langsung ke bak sampah," ucap Serma Dadang saat diwawancara indoartnews.com beberapa waktu lalu. Pengalaman lainnya, katanya, ada siswa SMA warga Ciganitri bertamu ke salah seorang warga disini, dia melempar sampah dari rumah bagian atas ke sungai pada saat Satgas bersama warga sedang bersih-bersih.

"Saya suruh turun dia untuk mengambil lagi yang dibuangnya jika tidak, saya suruh berenang dan akhirnya dia ikut bersih-bersih beberapa kilometer, katanya, seraya menambahkan anak itu diberi pengarahan tentang tugas Satgas Citarum Harum dan akhirnya dia pun mengerti, menyadari dan menyesal karena tugas Satgas Citarum Harum demi masyarakat juga.

Pengalaman lainnya lagi, kata Serma Dadang, suatu saat sedang bersih-bersih di pinggiran kirmir tiba-tiba tinja keluar dari pancuran di atas. "Saya pun berteriak tolong yang sedang BAB berhenti dulu." Kotoran hewan juga ada terutama di daerah Babakan Ciamis karena di sana banyak tukang potong ayam.

Sampah, katanya, sering hanyut ke sungai Cikapundung. Selain itu jika Curug Etje Pasar Kordon dibuka, sampahnya pasti hanyut ke Cikapundung. Dibukanya tiap sekitaran pukul 11.00 Wib. "Saya sering menyaksikan. Tapi itu dulu waktu masih tugas di sektor lain," tukasnya.

Serma Dadang juga sering mengingatkan warga agar ikut mengawasi jika ada yang buang sampah sembarangan agar ditegur. 

"Saya sudah mengajukan untuk membuat pembuangan limbah komunal. Tetapi belum terealisasikan karena lahannya susah. Di sini rumahnya mepet-mepet sampai ke pinggiran sungai.

Menurut Serma Dadang, wilayah sungai Cikapundung sepanjang 5 km merupakan tanggung jawab Subsektor 05 dengan batas wilayah dari Kp. Lengkong sampai desa Cipagalo.

Sedangkan untuk memudahkan warga membuang sampah, Satgas menyediakan bak sampah di dekat setiap jembatan. "Jadi dari panjang sungai 5 km Satgas menyediakan 7 bak sampah dengan tujuan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.**

Editor : H. Eddy D