Kamis, 17 Juni 2021 | 05:15 WIB

Limbah Medis Lebih Berbahaya Sebab, Bisa Bawa Virus/Bakteri

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menegaskan, limbah medis bukan saja mengotori lingkungan melainkan juga bisa membawa virus/bakteri. Meski jumlahnya lebih sedikit dari sampah biasa namun dampaknya lebih berbahaya.

Penegasannya ini dikemukakan Oded saat mengisi seminar online "Peningkatan Literasi Sampah Rumah Tangga, Menuju Zero Waste Society" bersama Pengabdian Masyarakat ITB, Jum'at (23/4-2021).

Ia mengutip, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mencatat, dalam 3 bulan saja limbah medis di Kota Bandung sudah mencapai 2 ton.

Di tingkat puskesmas, terang Oded, penanganan limbah medis telah sesuai protokol tetap (protap) Kementerian Kesehatan.

Tapi di tingkat rumah tangga, Oded mengakui literasi masyarakat dalam menangani sampah medis perlu ditingkatkan.

Karena itulah Oded mengajak warga Kota Bandung khususnya, untuk sama-sama saling bahu membahu menangani permasalahan sampah. Yaitu dengan mengelola sampah dari rumah dengan menggunakan metode Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan).

Untuk sampah medis seperti masker dan faceshield, metodenya pun tidak asal buang saja. Tapi perlu penanganan khusus yakni masker dianjurkan untuk dirobek atau dirusak terlebih dulu.

Kemudian disemprot disinfektan, baru dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus.

“Karena berbahaya jadi masker harus dipisahkan di tempat yang lain. Ini semua bisa kita lakukan dengan kolaborasi bersama seluruh stakeholder masyarakat Kota Bandung,” terangnya.

“Agar sampah bisa dikelola oleh kita dari rumah masing-masing,” imbuhnya.

Berkaitan dengan Hari Bumi, Oded mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak melakukan aksi nyata untuk melindungi bumi dari kerusakan.

“Dan saya berharap sampah organik di kota Bandung sudah selesai dikelola oleh warga dirumahnya masing-masing,” tutur Oded.**

Editor : H. Eddy D