Minggu, 9 Mei 2021 | 02:44 WIB

Peringati Hari RA Kartini, PPGC dan CBN Gelar Lomba Berkebaya

foto

Elly Susanto

Para Juara Lomba Berpakaian Kebaya di Hari Peringatan RA Kartini, Rabu, (21/4).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Perkumpulan Perempuan Garuda Ceria (PPGC) Jawa Barat bersama Cinta Budaya Nusantara (CBN) didukung pelestari seni budaya Jati Sunda menyelenggarakan lomba berkebaya bertema "Perempuan Terang Inspirasi Nusantara" pada Rabu (21/4-2021), di ruang terbuka rumah Jl. Hegarmanah No.10 Bandung. Memperebutkan piala PPGC Jawa Barat.

Para juri dalam lomba ini, Inge Suprayogi, Yelly Yuliandini, Ruth Rahayu dan Melok dengan seksama dari 16 peserta telah terpilih 5 juara masing-masing : Juara I Nunik, II Anna Sofiana, III. Iriani. Juara Favorit I : Anna Nathalia dan Favorit II : Maria.

Ketua PPGC Jabar, Ruth Rahayu mengemukakan, betapa besar jasa Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kaum "perempoean" untuk bisa sejajar dengan kaum lelaki di Nusantara ini.

Saat itu, kata Ruth Rahayu, kaum "perempoean" dalam belenggu adat yang membuat kaum wanita tidak bisa belajar/sekolah sebagaimana kaum lelaki.

Namun dengan perjuangan Kartini telah membebaskan kaum wanita dari belenggu kebodohan hingga menginspirasi kemajuan kaum wanita, menjadi intelektual di bidang perkembangan jaman seperti dalam arena pendidikan, swasta dan pemerintahan seperti ada yang menjadi menteri, menjadi pendidik, dokter mau pun yang menjadi pemimpin perguruan dasar hingga perguruan tinggi.

Untuk itu, Ruth berharap perempuan indonesia membangun hubungan yang baik. "Kebhinekaan kita bangun, kita bergandeng tangan dengan CBN juga semua organisasi perempuan yang berideologikan Pancasila dan Berbhineka Tunggal Ika, juga UUD 45. Itu harapan kami dari saya sebagai ketua Garuda Ceria".

Sementara Ketua Juri Lomba Berkebaya, Inge Suprayogi menyatakan kekagumannya terhadap para peserta lomba, khususnya bagi para juara. Pertama, keluwesan dan keserasian dalam mengenakan kebaya.

Selain itu, kata Inge, kagum dengan wawasan mereka tentang visi misi Kartini dalam memperjuangkan kaumnya untuk bisa sejajar dengan kaum pria.

Demikian pula dengan visi misi para peserta mengenai perjuangan Kartini yang telah menjadi pahlawan nasional hingga mengaplikasikannya dalam kehidupan masa kini.

"Aplikasinya, kata Inge, ada peserta notaris, ahli hukum dan dokter yang juga ibu rumah tangga kembali kepada tugas mereka sehari-hari mengaplikasikan sebagai nilai-nilai mulia dan luhur dari cita-cita Kartini".

Inge pun menguraikan keserasian dan keluwesannya dalam memilih kebaya diserasikan dengan warna dan potongan rambutnya. Semua pilihan tetap mempertahankan budaya yang mewakili wanita di zaman now.

Inge menilai setiap peserta dan jadi juara memilih corak kain, warna, sanggul dan cara berjalannya. "Semua merupakan aplikasi dari inspirasi Kartini. Mereka mempertahankan budaya dan merasa bangga dengan pakaian budaya milik bangsa kita, khususnya Bandung dan umumnya Jawa Barat," pungkasnya.**

Editor : H. Eddy D