Kamis, 17 Juni 2021 | 06:32 WIB

Wali Kota Oded Apresiasi PHRI Jabar Rutin Menggelar Safari Ramadlan

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengapresiasi warga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat yang konsisten rutin menggelar Safari Ramadlan, khususnya di bulan Ramadlan 2021 yang telah menggelar acara itu untuk ke-29.

Apresiasinya ini disampaikan Wali Kota yang mengharapkan para pengusaha hotel dan restoran tetap menggelar kegiatan keagamaan pada bulan Ramadlan meski tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid 19.

"Saya sejak dulu selalu diundang PHRI yang tetap konsisten menggelar acara keagamaan berjuluk Safari Ramadlan yang tahun ini digelar PHRI Jabar di Hotel El Royale Bandung pada Kamis (15/4-2021). Tingkatkan terus rutinitas keagamaan ini, " ucap Oded.

Oded menuturkan, khusus bagi umat muslim, menekuni dunia usaha tidak cukup bermodalkan materi saja. Namun harus turut dibarengi dengan fondasi spiritual dari sudut pandang keagamaan.

"Orang yang memiliki modal pertama selain pengusaha horizontal melakukan usaha-usaha yang keuntungannya dirasakan di dunia, kalau ingin berhasil ditambah modal yang lain. Yakni hubungan vertikal kepada Allah," jelasnya.

Berlatar belakang pengusaha, Oded lantas membagikan tips berikhtiar dari pandangan Islam. Mengutip referensi dari Alquran, dia menyebutkan setidaknya ada tiga hal utama yang perlu dilakukan pengusaha.

"Pertama itu rajin-rajinlah membaca Alquran. Kedua kata Allah, milikilah jiwa ringan untuk menjalankan salat. Jika sudah ada modal ini maka sempurnakan dengan yang ketiga yaitu gemar berinfak sodaqoh," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar mengajak para pengusaha hotel dan restoran agar tetap semangat pada kondisi keterpurukan diterpa pandemi covid-19. Di masa pandemi, justru harus semakin solid dan menguatkan baik antar pengusaha ataupun berkolaborasi dengan pemerintah.

Mengingat masih pandemi, Herman menuturkan pelaksanaan Safari Ramadan pun turut menyesuaikan. Di antaranya mengurangi tempat pelaksanaan dan jumlah peserta di setiap gelarannya.

"Biasanya Safari Ramadan itu dalam satu bulan dilakukan 26 hari, tapi karena kondisi pandemi Covid-19 hanya 12 hari. Ini pun pesertanya dibatasi tidak bisa semuanya dan juga hanya beberapa yang diundang," kata Herman.**

Editor : H. Eddy D