Minggu, 9 Mei 2021 | 01:45 WIB

LKP RMA Menggelar Uji Tampil Diikuti Lebih dari 70 Peserta

foto

Elly Susanto

Bunda Revi bersama para model peserta pserta uji tampil/Final Exam di Piset Jl. BKR Bandung, Minggu (28/3).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Revi Modeling and Acting (RMA) bertepatan ulang tahun ke 53 Ketua LKP RMA, Revi Lantika menggelar uji tampil/final exam yang diikuti 70 peserta lebih pada hari Minggu (28/3-2021) di Piset Jalan BKR Bandung.

Menurut Revi Lantika yamg akrab dioanggil Bunda Revi, acara ini salah satu dari akhir kurikulum kelas basic (dasar). Karena LKP ini memiliki materi-materi untuk mengembangkan potensi anak dan remaja untuk bisa berprestasi sehingga mendapatkan sertifikat akhir dari Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Bunda Revi mengatakan, banyak orang tua yang mendaftarkan putera/puterinya ke LKP RMA karena lembaga pendidikan ini memiliki materi-materi pertemuan berbeda-beda. Bukan hanya model profesional seperti menjadi artis karena sekolah di sini lebih ke pengembangan pribadi. Mereka juga lebih untuk mengembangkan minat bakat.

"Karena, kata Bunda Revi, seperti yang disampaikan pak Gatot dari Dinas Pendidikan, non formal dan formal itu sangat berkaitan dengan kesuksesan anak-anak/ remaja untuk masa depannya dalam memupuk dan mengembangkan talenta (bakat) dengan percaya diri sesuai dengan yang diajarkan di sekolah. "Saya rasa untuk menjadi model atau akting itu perlu sekolah di LKP RMA," ucap Bunda Revi pula.

Ia menguraikan, LKP RMA ini berdiri 9 Februari 2020 dengan ijin Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) bulan Maret dari Kemendikbud. "Jadi, mereka yang sekolahnya di sini sertifikatnya dari Dinas Pendidikan Kota Bandung," ucapnya.

Bunda Revi menegaskan, para siswa LKP RMA banyak diserap sebagai host, berprestasi pula dalam lomba seperti jadi pemenang lomba Putri Kebudayaan Jawa dan juga salah seorang juara Mojang Jajaka (Moka) Kota Bandung.

Dikatakannya, para siswa di sini selain belajar model runway juga belajar akting dan public speaking setelah itu mereka belajar event yang lebih condong kepada simulasi yang cenderung pada ruway, foto dan belajar make up sendiri, belajar memakai sinjang. "Anak-anak pria yang belajar di sini harus bisa memakai iket kepala Sunda karena memang kita berada di Jawa Barat dan yang sudah kami didik sekitar 500 orang," pungkas Bunda Ravi.**