Minggu, 18 April 2021 | 21:13 WIB

Forum Perempuan Bandung Bersatu Peduli Bantu Masyarakat Kota Bandung

foto

Elly Susanto

Ketua Forum Perempuan Bandung Bersatu & Humas My Home Indonesia, Helvi Baskoro

BANDUNG, indoartnews.com ~ Forum Perempuan Bandung Bersatu (PBB) yang berdiri sejak 2014 hingga kini 2021 telah banyak membantu masyarakat serta bertekad berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Tekad forum PBB itu dikemukakan Ketuanya Helvy Baskoro kepada indoartnews.com di dampingi salah satu anggotanya Atty Matjick dikediamannya Jl. Anggrek 41 Bandung, Kamis (18/2-2021). Diceritakan Helvy, berdirinya Forum ini diawali oleh sejumlah perempuan yang tinggal di Bandung dan memiliki hati dan kepedulian untuk kotanya.

Menurut Helvy, karena perempuan itu memiliki multi talenta yang belum tergali, maka forum PBB ini mulai menggali potensi itu supaya kaum perempuan yang sering memikirkan diri sendiri yang tidak akan habis-habisnya diarahkan untuk juga memikirkan orang lain dan kotanya.

Potensi ini, kata Helvy, mulai digerakkan. Saat itu menjelang peringatan Konferensi Asia-Afrika, Forum PBB melihat gedung Swarha yang juga memiliki momen sejarah di Alun-alun Bandung tampak kumuh.

Melihat kondisi itu, tutur Helvy, PBB yang sudah berkomunikasi dengan perwakilan pemerintahan mendukung niat PBB mempercantik Swarha dan mengapresiasi apa yang dilaksanakan PBB.

"Banyak kegiatan yang sudah kami lakukan. Dalam setahun, kami bisa melakukan 30 - 40 kegiatan dan terus berjalan sampai masuk tahun 2021 ini, " ucap Helvy Baskoro.

PBB pun memiliki visi dan misi. Visinya Perempuan Berdampak Bagi Kota. PBB menepis stigmatisasi perkumpulan wanita diidentikkan sebagai tempat ber-gosip ria. Di perkumpulan ini jika ada yang bergosip selalu diingatkan dan ditegur, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), katanya.

Misinya sudah jelas tekad membangun di kota tempat tinggalnya bahkan PBB ini sudah banyak dikenal dan mendapatkan pengakuan di berbagai wilayah tanah air.

Sekitar tahun 2017, lanjut Helvy, PBB pernah berkomunikasi dengan komunitas di daerah Kalimantan. Mereka tertarik dengan visi dan misi yang telah diterapkan Forum PBB selama ini.

"Kita mau mengadopsi jika wilayah itu memberikan kepedulian bukan hanya kepada fisiknya semata melainkan kepada masyarakatnya apa yang menjadi kekurangan dan kelemahannya. Kita buat masyarakat mandiri dan kreatif, " tegas Helvy.

PBB juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat hingga munculnya Kampung Manteos, Kampung Sibarani dan Dago Elos yang menjadi keluarga PBB. Hingga jika ada kesulitan apapun saling berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan aparatur wilayah.

PBB juga tetap berswadaya menyisihkan sebagian rizkinya bagi pembangunan masyarakat. "Mungkin saja uang sebesar Rp. 100.000 kecil bagi kami tetapi bagi yang butuh, uang segitu itu berharga banget dan amat membantu. Karena itu kita kumpulkan buat membangun saung, kolam ikan, bak sampah untuk masyarakat yang dibina. Kepada mereka juga diajarkan bertanam hidroponik.

Kepedulian ini, kata Helvy, kita arahkan untuk kepentingan mereka. Misal di suatu wilayah memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) tapi bak-nya terbuka seperti di kampung Manteos, kita buat penutupnya supaya tidak menjadi bau dan dihinggapi banyak lalat.

Helvy memberikan gambaran di suatu wilayah akan membangun sesuatu tapi dananya kurang dari anggaran misalnya Rp 6 juta, PBB hanya dapat membantu Rp 2 juta. "Sisanya itu ditanggung gotong royong oleh masyarakat. Ini berarti membangun kesadaran masyarakat juga untuk warga wilayah lainnya," tegasnya.

Selain membangun wilayah dan masyarakat, PBB juga membina anak-anak terminal di Dago Elos dengan mengajarkan berbagai pendidikan yang awalnya hanya 13 anak sekarang sudah lebih dari 100 orang anak.

PBB pun membangun pentahelix dengan ITB, Unpad dan Unpar beserta tokoh-tokoh masyarakat, aparatur negara dan MyHome.

"Jika berbicara dana, kami tidak memiliki dan untuk itu kami berharap ada yang terbuka hatinya untuk menopang kegiatan yang hingga kini terus berjalan. Tetapi sebenarnya hingga kini pun kami selalu menyisihkan sebagian rejeki kami untuk program kegiatan PBB, " pungkas Helvy.

Forum Bandung Bersatu berada di bawah Yayasan Bina Mulia Persada. Sekretariat PBB berada di Jl. Buahbatu No. 6 Bandung.**

Editor : H. Eddy D