Minggu, 18 April 2021 | 21:53 WIB

Rusli Tergolek Stroke, Luka Bakar Berharap Ada Dermawan Membantu

foto

Elly Susanto

Yusri Yusuf tergeletak tak berdaya karena penyakit yang dideritanyanya selama 6 tahun.

BANDUNG, indoartnews.com ~ Rusli Yusuf (50) warga Jl. Padasuka No. 14 RT 03 RW 10 Kel. Pasirlayung Kec. Cibeunying Kidul Kota Bandung tergolek tak berdaya dengan luka bakar dari pundak, tangan hingga paha kanannya. Saking lamanya terbaring, lukanya membesar dan bolong.

Keterangan itu dikemukakan Neneng Jubaedah yang diwawancara indoartnews.com ketika Ketua Perkumpulan Perempuan Garuda Ceria (PPGC) Jawa Barat Ruth Rahayu didampingi wakil Ketua Evi Naftali dan Bidang Sosial Yayah Rodiah, Senin (15/2-2021) menjenguk Rusli Yusuf dan memberi bantuan berupa kasur lipat, selimut, pampers dan makanan. PPGC sudah 2 kali memberi bantuan. Yang pertama diberikan melalui Bidang Sosialnya, Yayah Rodiah yang akrab disapa Yara beberapa waktu lalu.

Menurut Neneng Jubaedah yang aktivis PKK di Kel. Pasirlayung, Yusri sudah 6 tahun tergolek tak berdaya akibat sakit stroke dan luka bakar yang tidak sembuh-sembuh.

Awalnya, kata Neneng, pada tahun 2015 saat menjadi tukang ojeg tiba-tiba jatuh di jalan saat berkendara. Dengan tertatih-tatih dia pulang ke rumah sendirian.

Sejak itu, katanya pula, Yusri tidak bisa ngojeg lagi karena terserang stroke. Setahun kemudian, isterinya meninggalkan rumah. Kaburnya sang isteri kemungkinan akibat suaminya tidak bisa lagi menafkahinya.

Pada saat Yusri tergolek lemah, pada 29 Oktober 2019, rumahnya terbakar sedang dia pas lagi sendirian ruangan atas. Dia pun ditolong saudara-saudaranya beserta tetangga. Beberapa bagian tubuhnya terbakar mulai dari rambut, pundak, punggung tangan dan paha kanannya. "Akibat demikian lama terbaring lukanya membesar hingga bolong," ucap Neneng.

Neneng juga heran Rusli saat di rumah sakit menggunakan BPJS tidak lama perawatannya, cuma 3 hari tanpa alasan yang jelas.

Keluhan itu disampaikan kepada isteri Wali Kota saat menjenguk Yusri dan berjanji katanya nanti akan ditelepon pihak rumah sakitnya, namun sampai saat ini tidak ada kabar beritanya.

Bantuan untuk Rusli memang pernah ada, dari tetangga, Karang Taruna, Kecamatan dan dari program pemerintah lewat kelurahan dan itu jika ada program saja.

Kini Rusli semakin melemah. Tidak masuk makanan. Bahkan minum pun cuma sesendok dua sendok saja langsung tersedak. Bergerak sedikit saja sudah mengaduh.

Menurut Neneng, pihak keluarga sudah datang ke klinik terdekat minta bantuan untuk diinfus saja. Tapi kata dokter tidak bisa di infus di rumah, harus dibawa ke rumah sakit atau klinik karena penyakitnya harus jelas dan harus steril. Kalau di rumah tidak menjamin bersih. Jadi pihak klinik tidak bisa memberi infus sembarangan.

"Bagaimana mau dibawa ke klinik, tubuhnya digerakkan sedikit saja sudah kesakitan. Diangkat kakinya sedikit saja sudah kesakitan. Kita pun susah untuk mengganti pakaiannya," jelasnya.

"Saya berharap ada yang mau dan bisa membantu agar Yusri bisa masuk makanan dengan cara infus. Saat ini sudah masuk 6 hari gak ada masukan," pungkas Neneng Jubaedah.

Harapan itu dikemukakan dua kakaknya yang menunggui Rusli, Neneng Jubaedah (53) dan Dedeh Rusmini (58).**

Editor : H. Eddy D