Minggu, 18 April 2021 | 20:38 WIB

Camat Perlu Analisa Lapangan untuk Usulan Karantina Wilayah

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Wali Kota Bandung, Oded M. Danial selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 meminta Satgas Kecamatan menganalisa situasi terkini di lapangan. Hal itu berkenaan dengan tingkat kebutuhan penanganan pembatasan aktivitas.

Oded sendiri meyakini, Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan lebih memahami situasi terbaru di lapangan sehingga penanganan bisa lebih cermat dan sasarannya lebih fokus.

"Karena tidak semua Kecamatan persoalannya sama. Jika Kecamatan sudah mendekati pada kuning dan sudah bagus jangan dipaksakan," ucap Oded, usai memimpin rapat penanganan Covid-19 secara virtual di pendopo Jum'at (5/2-2021), seraya menambahkan, salah satunya adalah karantina wilayah terbatas sampai lingkup RT/RW.

Untuk itu ia sudah minta kepada para Camat untuk segera menganalisa perkembangan Covid-19 di wilayahnya sekaligus menginventaris kebutuhan yang harus segera disiapkan.

"Saya berharap semua Camat rapat koordinasi dan dari situ bisa menyampaikan kebijakannya kepada kita apa misalnya perlu rumah isolasi atau tidak, " pintanya. 

Lebih lanjut Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan, karantina wilayah hanya akan dilaksanakan di beberapa wilayah saja. Lokasinya ditentukan oleh Satgas Covid-19 di level kecamatan atau kelurahan.

Karantina wilayah bukanlah hal baru di Kota Bandung. Lantaran sebelumnya sudah berpengalaman pernah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap dan Kecamatan Bandung Kulon.

“Karantina wilayah sesuai arahan pimpinan Kota Bandung prinsipnya siap. Prosesnya 'bottom up', tidak seluruh Kota Bandung itu karantina. Tapi, nanti, masing-masing kelurahan atau kecamatan yang mengusulkan,” jelas Ema.

Ema mengungkapkan, indikator utama untuk melakukan karantina wilayah yaitu berdasarkan temuan kasus positif aktif di lapangan. Apabila sudah mencapai puluhan kasus, Satgas Covid-19 kewilayahan bisa berinisiatif menganalisa untuk mengusulkan.

“Kita akan dukung jika diminta bantuan. Apabila ada camat yang sudah siap, kita proses. Tetapi kita survei dulu,” jelasnya.

Hal lain, kata Ema, yaitu menjalin kesepahaman agar siap melaksanakan karantina wilayah. Karena kesuksesan langkah ini juga ditopang oleh komitmen antara TNI, Polri, dan semua elemen masyarakat di wilayah tersebut.

“Pertama komitmen dulu di masyartakat. Kalau tidak ada kesepahaman itu konfliknya tinggi. Ini harus komitmen bersama, karena berbicara Satgas itu bukan hanya dari Pemda saja,” terangnya.

Mengenai fasilitas penunjang tempat isolasi mandiri, Ema menyebutkan saat ini sudah tersedia 50 tempat isolasi yang terdata di-19 kecamatan.

“Jadi ada 11 kecamatan yang belum menyiapkan tempat isolasi. Namun semuanya sudah bergerak. Kemudian semua juga terus berupaya memenuhi standar,” katanya.

Bahkan Ema menyatakan, sudah menyiapkan tempat isolasi tambahan.

“Pertama di Kebon Kawung ada potensi 48 tempat tidur. Kemudian ada yang di Jalan Lingkar Selatan dengan 48 tempat tidur. Ada di Jalan Asia Afrika, jumlahnya jauh lebih banyak," ungkapnya.

"Salah satu apartemen menawarkan 300 tempat tidur. Ini sifatnya sedia payung sebelum hujan,” katanya.**