Sabtu, 27 Februari 2021 | 19:48 WIB

Bayi Fauzian Menderita Hidrosefalus Menanti Uluran Tangan Dermawan

foto

Administrator

Bayi Fauzian Saepuloh terbaring lemas di tempat tidur.

BANDUNG, indoartnews.com ~ Fauzian Saepuloh, bayi yang lahir secara prematur diusia kandungan 8 bulan 23 hari. Ia mengalami kelumpuhan di tangan kiri. Saat ini Sang bayi hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.

Kata ayajnya, gejala awalnya, bayi Fauzian sesak nafas dan kejang-kejang sebelum akhirnya didiagnosa mengidap hidrosefalus. Kondisi bayi ini terlihat mengkhawatirkan, kepalanya terus membesar dari awal lahir lingkaran kepalanya 37 cm. Sampai saat ini kepalanya mengalami pembesaran dari 6 cm menjadi menjadi 47 cm.

Menurut ayahnya, Saepuloh, sang anak lahir di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung ini dari lahir tidak pernah menangis sama sekali, menyusunya pun menggunakan selang lewat mulut.

"Istri saya ngelahirin disana. Awalnya dikasih tahu sama dokter tangannya lumpuh. Kemudian dikasih tahu lagi kena hidrosefalus," kata Saepuloh kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Ia mengatakan, anaknya kini berusia 26 hari dengan berat badan yang tidak normal, hanya 3 Kg dengan kondisi badan kecil kepala besar. Bayinya membutuhkan perawatan secepatnya. Saat berkonsultasi dengan dokter RSKIA, sang anak harus dirujuk ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Sesampainya di RSHS, kata Saepuloh, dirujuk lagi ke RS Santosa. "Saya kemarin (25/1/2021) sudah daftar ke RS Santosa".

Meski sudah daftar, ia belum bisa memastikan kapan sang anak akan dirawat. Kendati demikian, dia berharap anaknya bisa segera mendapatkan penanganan.

"Saya ke Santosa kemarin, katanya tanggal 4 Februari disuruh datang kesana lagi buat mastiin. Mudah-mudahan bisa segera ditangani," harapnya.

Saepuloh pun merasa bingung soal pembiayaan. Pasalnya, dirinya hanya berprofesi sebagai pemain keyboard (pemain piano) diacara pernikahan dan hiburan lainnya.

Dia mengaku, selama hampir sepuluh bulan sejak ada pandemi Covid-19 dirinya tidak mendapatkan pekerjaan tersebut.

"Jujur sampai saat ini saya belum pegang uang sepeser pun. Saya bingung, belum ada panggilan manggung," ucapnya.

Dengan ketegaran hatinya, Saepuloh dan sang istrinya, Ina Siti Rohmah (21), tetap menyayangi sang anak dan akan terus berikhtiar mengusahakan biaya pengobatannya.

"Saya dan istri menerima dengan lahir dan batin, saya akan terus mengusahakan kesembuhan anak saya," ungkapnya.

Meski, berbagai usaha yang ditempuh belum membuahkan hasil. Ia hanya bisa berharap ada keajaiban dari sang pencipta agar anaknya bisa sembuh.

Saat ini, sang anak tinggal di rumah Ma Ende, nenek Saepuloh, di Jalan Aki Padma, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat. Sebab, istrinya belum bisa mengurus anaknya akibat keterbatasan fisik, cacat kaki kiri dari lahir.

Sebelumnya, Saepuloh tinggal disebuah kontrakan di daerah Warung Muncang, Kota Bandung dengan kondisi yang cukup miris. Pasalnya, kontrakannya tersebut berada di dekat selokan sehingga yang mengakibatkan baunya masuk ke dalam.

Saepuloh berharap ada pihak yang mau mengulurkan tangan, khususnya Pemerintah Kota Bandung agar bisa membantu biaya operasi kepala anaknya, Fauzian Saepuloh.**

Jika ada dari anda yang terketuk hati untuk membantu Fauzian Saepuloh, bisa langsung menghubungi ayahnya Saepuloh melalui nomor teleponnya : 0853-5128-7315.