Sabtu, 27 Februari 2021 | 19:50 WIB

Negara Rugi Rp. 3,5 Miliar Lebih Akibat Jaminan Fiktif oleh PS - AK

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Akibat perbuatan PS dan AK dengan jaminan fiktif, kerugian negara mencapai Rp. 3,5 miliar lebih. Perkara ini kini dilimpahkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat kepada Kejaksaan Negeri Bandung.

Penyerahan penahanan pelaku PS dan AS alias Kenji ini dari Kejati Jabar ke Tim Penuntut Umum Kejari Bandung pada hari Rabu (20/1-2021). Namun AS alias Kenji tidak hadir dalam pemeriksaan. 

Untuk itu, Tim Penyidik menghimbau agar tersangka AS alias Kenji dapat bekerjasama segera memenuhi panggilan penyidik untuk penyerahan tersangka beserta barang bukti. 

Jika tersangka AS tidak kooperatif, Tim Penyidik akan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Berdasar keterangan dari Kejati Jabar, hasil penghitungan ahli, perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp.3.578.527.240.-

Modus operandinya, tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pemberian Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) dari PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk. Cabang Buahbatu Bandung kepada CV. Masa Jembar tahun 2016 sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Jabar Nomor : Print-351/M.2.17Fd.1/08/2020 tanggal 7 Agustus 2020.

Dijelaskannya, tahun 2010 tersangka PS mengajukan permohonan KMKK melalui BJB Cabang Buahbatu atas nama CV Masa Jembar dalam 2 tahap. Dalam tahap pertama permohonan KMKK sebesar Rp.2.000.000.000 dengan jaminan 3 surat perjanjian kerja pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan oleh 3 penyedia jasa sebagai grup perusahaan.

Agunannya berupa 2 sertifikat hak milik tanah dan bangunan serta permohonan penambahan agunan dan kenaikan plafon KMKK dengan jaminan 2 surat perjanjian kerja pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan oleh 2 penyedia jasa sebagai grup perusahaan dengan agunan berupa sebuah Sertifikat Hak Milik tanah dan bangunan, diduga jaminan fiktif. 

Dalam proses penyidikan, Tim Penyidik telah menyita uang sebesar Rp. 445.000.000. Selain itu Tim Penyidik juga menyita 3 bidang tanah dan bangunan di beberapa tempat berbeda antara lain sebidang tanah seluas 438 m2 di Kota Bandung, sebidang tanah seluas 88 m2 dan 100 m2 di Kab. Bekasi.

Dalam hal ini, Tim Penyidik telah memeriksa 28 saksi dari unsur karyawan BUMD Bank BJB dan swasta serta beberapa ahli pidana, ahli perbankan dan ahli kerugian negara. Penyidik pun telah menetapkan 2 tersangka PS dan AS.

Penahanan terhadap PS dengan pertimbangan khawatir melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana sesuai dengan pasal 21 ayat (1)KUHAP.

Namun untuk tersangka AS karena tidak hadir, Tim Penyidik berharap memenuhi panggilan dan kooperatif. Jika tidak, Tim Penyidik akan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.**

Editor : H. Eddy D