Minggu, 29 November 2020 | 05:11 WIB

PMPRI Sesalkan Carut Marut Pasar Tradisional di Kota Bandung

foto

Administrator

Ketua Umum LSM PMPRI, Rohimat Joker

BANDUNG, indoartnews.com ~ LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakat Indonesia (PMPRI) menyesalkan carut marutnya pasar tradisional yang dikelola PD. Pasar di Kota Bandung hingga kini tak kunjung selesai.

Penegasan ini dikemukakan Ketua Umum LSM PMPRI Rohimat Joker kepada awak media Rabu (18/11-2020) di sekretariatnya.

Rohimat menegaskan, Wali Kota Bandung selaku owner dinilai tidak serius menangani pasar tradisional. Mungkin tidak faham atau tidak mengetahui persoalan pasar dengan asset berkurang dan pendapatan tidak jelas. Ia memberi contoh tentang asset adalah Pasar Gempol berubah fungsi dari pasar menjadi tempat hunian. Contoh lain, pasar Ciroyom ada penyimpangan pembangunan kios-kios di atas drainase.

Contoh lain, kata Rohimat Joker, alih fungsi lahan parkir menjadi tempat berjualan seperti terjadi di pasar Ujungberung.

"Dalam tata kelola keuangan, kata Rohimat, kami pun menduga ada penyimpangan dalam pertanggungan jawabnya dan pengelolaan anggaran miliaran rupiah diswadayakan, ujarnga pula. 

Ia pun mendapat informasi, belum selesainya laporan pertanggungan jawab dan retribusi yang dicuri oknum karyawan jutaan rupiah yang tidak diselesaikan dengan benar.

"Hal itu dapat terjadi karena pengawasan dari lembaga terkait seperti Kejaksaan, Kepolisian dan DPRD terkesan menutup mata," kata Rohimat.

PMPRI dalam waktu dekat akan menggelar kajian tentang pasar tradisional bersama beberapa lembaga lain dan juga melibatkan Kejaksaan dan Kepolisian berbekal data dan temuan.

"Sebelumnya, kata Rohimat, kami akan menggelar aksi dan audiensi dengan Pemerintah Kota Bandung".**

Editor : H. Eddy D