Minggu, 29 November 2020 | 06:02 WIB

Ibu Muda Positif Covid -19 Tertular Diam-Diam Agar Tetangga Tak Ribut

foto

Elly Susanto

Yuyun (bukan nama sebenarnya)

INI patut jadi contoh tapi tetap mesti waspada dan hati-hati. Apalagi jika 'musuhnya' si Covid -19 harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan dengan 3M nya, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Protokol kesehatan dengan 3M nya, merupakan "undang-undang" yang mesti ditaati segenap warga. Sebab, hingga saat ini pandemi Covid -19 belum tahu kapan habis atau musnahnya.

Peristiwa memilukan akibat positif Covid -19 dialami Yuyun (bukan nama sebenarnya) berusia 38 tahun warga Kec. Kiaracondong Kota Bandung bersama anaknya yang duduk di bangku SMP.

Yuyun benar-benar tidak menduga jika dirinya dan anaknya terpapar corona virus. Sebab, selama ada wabah ini keluarga di rumah sehat-sehat saja.

Awal kasusnya, ketika pada 01 Oktober 2020, Yuyun menjenguk adik iparnya yang sedang ngidam, juga sakit. Di rumah itu ada orang tuanya sedang sakit.

"Saya sendiri tidak tahu jika keluarga di rumah itu sedang menunggu hasil Swab ibunya adik ipar saya. Tiga hari kemudian adik ipar mengabarkan bahwa orang tuanya yang sedang sakit itu positif Covid -19 yang akhirnya dirawat di rumah sakit, " ujar Yuyun saat ditemui indoartnews.com dirumahnya, Ahad (01/11/2020).

Setelah ketahuan orang tuanya positif Covid -19, sekeluarga di rumahnya yang jumlahnya 9 orang wajib diperiksa di Puskesmas setempat.

Dari hasil swab, akhirnya status mereka termasuk kategori orang dalam pengawasan (ODP), termasuk adik ipar Yuyun yang tengah hamil.@ Melihat kondisi keluarga adik ipar seperti itu, Yuyun sekeluarga 7 orang memeriksakan diri ke Puskemas untuk Swab. Beberapa hari kemudian, kabar dari Puskesmas menyebutkan, 2 orang positif.

"Saya dan anak pertama saya positif Covid-19. Padahal saat menengok ipar saya yang sakit, dia tidak ikut menengok. Waktu itu yang menengok, saya, anak saya paling kecil, suami dan ibu saya, " jelas Yuyun.

Yuyun menyadari, harus menjauh dari keluarga, mengisolasi diri bersama anak pertama agar tidak menular kepada yang lain. Di Rumah Singgah (rumah isolasi) sudah penuh hingga Yuyun mengusulkan akan mengisolasi diri di rumah.

Usul itu disetujui dokter Puskesmas dengan catatan harus di ruangan khusus atau di rumah kosong. Kebetulan Yuyun memiliki rumah kosong di daerah Cibiru Kabupaten Bandung.

Dengan membawa pakaian ganti dan barang keperluan lain, akhirnya Yuyun berboncengan dengan anak pertamanya menuju rumah kosong di Cibiru untuk isolasi mandiri.

Selama perjalanan ke rumah miliknya yang kosong pikiran pun melayang, harus meninggalkan si kecil dan dirinya sedang hamil 8 minggu.

"Saya juga takut nanti di rumah Cibiru bakal ketahuan tetangga. Takut disalahkan, kenapa nggak ngomong, nggak jujur dan ketika ada tetangga yang nanya kena tidak keluar-keluar dari rumah. kebetulan ada suami, suami saya katakan kepada tetangga, istrinya sedang istirahat rada panjang alias bedrest karena kelelahan di rumah Kiaracondong sedang dibangun dan memang keluarga Yuyun sedang membangun rumah. Alhamdulillah tetangga memahami," ucap Yuyun pula.

Di rumah Cibiru, Yuyun dan anaknya "ngerem" diri dan dua hari sekali suaminya mengantar makanan dan titipan bantuan dari RW, Kelurahan dan Kecamatan. Tidak seorang pun tetangga di rumahnya maupun di rumah Cibiru tahu bahwa dirinya terpapar Covid -19.

"Pada hari ke-9 saya merasakan kandungan saya ada gejala tidak baik. Langsung saya menelepon Puskesmas lalu menganjurkan ke Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak di Bandung dan langsung menghubungi 119 mobil ambulance. Supaya tidak heboh, ambulance menunggu di jalan besar untuk membawa saya ke RSKIA dan di rumah sakit saya dinyatakan keguguran, " terangnya pula.

Selama 4 hari Yuyun dirawat dan diisolasi dari hari Sabtu (17/20) dan diijinkan pulang 3 hari kemudian setelah pihak RS menyatakan sehat. "Alhamdulillah di RSKIA, dengan menggunakan BPJS, makanan terjamin, enak-enak lagi, diberi vitamin tiap hari. Tim medisnya juga baik-baik dan ramah. Tak seperak pun saya mengeluarkan biaya perawatan," Yuyun mengakhiri ceriteranya.**

Editor : H. Eddy D