Minggu, 20 September 2020 | 18:53 WIB

Sungai Cidurian Tidak Lagi Menggenangi Pemukiman Warga Desa Buahbatu

foto

Ken Zanindha

BANDUNG, indoartnews.com ~
Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kol. Inf. Yusep Sudrajat menjelaskan, setelah 5 bulan pengerukan sedimen sungai Cidurian, mulai 16 Juli 2020, alat berat seperti Excalator dan 3 dum truck Senin nanti (20/7-2020) ditarik dulu ke Posko untuk menggarap kegiatan di Posko.

Ia menjelaskannya saat meninjau selesainya pengerukan sedimentasi sungai Cidurian di Desa Buahbatu Kec. Bojongsoang Kabupaten Bandung, Kamis (16/7-2020).

Menurut Kolonel Yusep, pengerukan sedimen di sungai Cidurian sepanjang 3 km, lebar 20 meter dan kedalaman 3 sampai 4 meter.

"Setiap musim hujan sungai Cidurian di desa Buahbatu ini selalu menggenangi 1.000 rumah kepala keluarga. Tapi setelah sedimennya diangkat, seperti pada turun hujan kemarin tidak kena banjir lagi," tegas Dansektor 21.

Ini berarti, kata Dansektor 21, apa yang dikerjakan Sektor 21 mau pun Satgas Citarum Harum Subsektor Cidurian untuk masyarakat. Ternyata sungai-sungai dan anak-anak sungainya semuanya bermuara ke Citarum terkendala oleh sedimentasi.

"Sedang pengerukan sedimentasi ini selain di Cidurian juga sebelum itu di sungai Citepus sepanjang 3 km, sudah bebas banjir. Selain pengerukan juga tanggul ditambah," ucap Dansektor 21.

Ia menjelaskan pula, penambahan tanggul di sini dikerjakan oleh pengembang karena berkepentingan untuk lokasi perumahannya harus bebas banjir. "Saat ini, lokasinya bebas banjir sehingga lebih dari 200 rumah terisi," tambah Dansektor.

Sebelumnya, katanya, di wilayah ini setiap musim hujan selalu kebanjiran. Sekarang tidak lagi.

Sementara itu, Ariansyah Eka Saputra, CEO GSP Property menjelaskan, tanggul yang dikerjakan, panjangnya mulai dari jembatan hingga gerbang perumahan sekitar 675 meter. Ketinggiannya dari dasar sungai hingga top sekitar 3 meter.

Ia menyebutkan tanggul ini dikerjakan dalam 2 tahap. Pada tahap pertama tahun 2017 baru 70 Cm di atas top jalan. Namun ternyata air masih limpas dan ditinggikan lagi hingga semeter dari atas jalan.

"Saya mewakili masyarakat dari unsur pengusaha, mengucapkan terima kasih banyak kepada Kodam III Siliwangi dan sektor 21 Citarum Harum karena ini dampaknya terasa sekali. Kurang lebih 2 tahun lebih tidak pernah sungai Cidurian ini diperhatikan pengerukannya. Baru kali ini".

Sebelumnya, kata Ariansyah, pernah dilakukan pengerukan dan itu tidak lebih dari 2 minggu, panjangnya mencapai 500 meter. "Jadi saya pikir, hampir 10 tahun kebelakang, ini yang paling berdampak pengerukan dilakukan sepanjang 3 Km dalam waktu hingga 5 bulan, luar biasa".

"Kami merasakan sekali dampaknya. Musim hujan kemarin limpasan air sudah tidak ada. Mudah-mudahan kedepannya pun begitu", pungkas CEO GSP Ariansyah Eka Saputra.