Minggu, 29 Maret 2020 | 00:14 WIB

Dansektor 22 Apresiasi Pemkot Bandung Hijaukan Kawasan Cisurupan

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Upaya penghijauan lahan sedang terus digalakkan oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat beserta segenap Sektor Satgas Citarum Harum guna mencegah bencana longsor dan banjir akibat tidak adanya resapan air.

Pemerintah Kota Bandung bersama Sektor 22 menaruh perhatian pula terhadap penghijauan di lahan terbuka yang dilaksanakan pada Jum'at (7/2-2020) di kawasan Mbah Garut Kel. Cisurupan Kec. Cibiru Kota Bandung.

Penanaman pohon keras jenis buah-buahan ini menurut Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang memimpin penanaman bersama Dansektor 22 Kol. Inf. Asep Rahman Taupiq guna mengurangi bencana longsor dan banjir. 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum Didi Ruswandi, Muspika Cibiru, jajaran Sektor 22, komunitas penggiat lingkungan dan masyarakat.

Dansektor 22 Satgas Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taupiq menyatakan apresiasinya terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang terus melakukan optimalisasi lahan di perbukitan dengan menanam tanaman keras berupa tanaman buah-buahan.

Tanaman buah-buahan ini bermanfaat bagi penahan bencana dan hasil buahnya bermanfaat bagi masyarakat. "Karena itu kami berpesan agar tanaman buah-buahan penghijauan ini dijaga dan dirawat hingga dapat tumbuh baik dan hasilnya kelak dapat dinikmati oleh masyarakat," harapnya.

Wakil Wali Kota Yana Mulyana pun berpendapat, penghijauan di areal perbukitan ini menjadi investasi besar dalam mengurangi (mereduksi) bencana banjir dan longsor. Sebab, di hulu ada resapan air yang lebih banyak sehingga ke hilir berkurang.

Menurut Wakil Wali Kota, pada intinya penanaman tanaman keras ini untuk menghijaukan lahan. Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi dampak bencana karena banyak resapan dari mulai hulu hingga ke hilir.

Yana menjelaskan, di lahan pengijauan ini ditanam 14 jenis tanaman buah-buahan seperti mangga, durian yang sengaja dipilih guna memberi manfaat bagi masyarakat.

Penghijauan ini pun, katanya, bukan hanya untuk tumbuhnya ruang terbuka hijau (RTH) saja melainkan pula untuk tumbuhnya tanaman produktif yang dapat dinikmati masyarakat.**