Jumat, 15 Mei 2026 | 00:18 WIB

Nuryani

Tangis Ibu 8 Anak Ini Pecah Saat Wali Kota Bandung Datang, Bantuan Datang di Saat Sulit

foto

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyerahkan bantuan kepada Nuryani saat mengunjungi rumah kontrakannya di Pasir Endah, Ujungberung, Kota Bandung, Kamis (19/3/2026).

BANDUNG, indoartnews.com – Tangis haru pecah dari mata Nuryani saat menerima kedatangan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di rumah kontrakannya di RT 3 RW 1 Pasir Endah, Ujungberung, Kamis (19/3/2026).

Di rumah sederhana dengan dua kamar itu, Nuryani mengasuh delapan anak seorang diri di tengah keterbatasan ekonomi. Kehadiran bantuan dari Pemerintah Kota Bandung menjadi momen yang tak mudah ia lupakan, setelah selama ini berjuang memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

“Alhamdulillah,” ucap Nuryani lirih, menahan haru saat menerima bingkisan bantuan yang dibawa langsung dalam kunjungan tersebut.

Farhan kemudian menyapa satu per satu anak-anak Nuryani dan menanyakan kondisi mereka, mulai dari sekolah hingga kebutuhan sehari-hari keluarga. Dari perbincangan itu terungkap, lima anak masih bersekolah, sementara tiga lainnya belum.

Farhan menilai Nuryani sebagai sosok ibu yang luar biasa karena tetap berupaya menyekolahkan anak-anaknya meski hidup dalam kondisi serba terbatas.

“Ibu ini luar biasa. Di tengah kondisi seperti ini, tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya,” ujar Farhan.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa paket sembako, perlengkapan mandi, selimut, hingga seragam sekolah, tetapi juga dukungan biaya pendidikan untuk anak-anak Nuryani. Pemerintah Kota Bandung bersama Bank BJB menyiapkan bantuan sebesar Rp500.000 per bulan selama satu tahun.

“Untuk bantuan biaya sekolah anak-anak, sekadar ongkos ya. Ibu dapat Rp500.000 per bulan selama satu tahun,” kata Farhan.

Bagi keluarga Nuryani, bantuan itu menjadi harapan baru agar anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan di tengah beban hidup yang selama ini nyaris tak tertanggungkan.

Farhan menegaskan, keluarga Nuryani termasuk kelompok yang sangat rentan karena terdiri dari perempuan dan anak-anak tanpa tulang punggung keluarga. Karena itu, kehadiran negara dan dukungan lingkungan sekitar dinilai penting agar mereka tidak menghadapi kesulitan sendirian.

“Yang penting kita mesti menyelamatkan Ibu dan anak-anak ini,” tegasnya.

Selain memastikan bantuan kebutuhan pokok dan pendidikan, Farhan juga menaruh perhatian pada kelengkapan administrasi kependudukan keluarga tersebut, mulai dari KTP, kartu keluarga, hingga Kartu Identitas Anak (KIA), agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tanpa hambatan.

Ia juga meminta pekerja sosial dan unsur kewilayahan untuk terus melakukan pendampingan agar Nuryani dan anak-anaknya tetap mendapatkan perhatian dan tidak kembali terjebak dalam situasi sulit yang sama.

“Saya titip, tolong dijaga. Pekerja sosial dan lingkungan harus terus mendampingi,” ujar Farhan.**