Jumat, 15 Mei 2026 | 00:03 WIB

Gen Z Bandung

Farhan Ajak Gen Z Bandung Berani Kritik Pemerintah Berbasis Riset

foto

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan paparan saat kegiatan sharing session bertema Peran Gen Z dalam Simpul Kritik Konstruktif kepada Wakil Rakyat di kantor DPW PKS Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

BANDUNG, indoartnews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong generasi muda, khususnya generasi Z (Gen Z), untuk lebih aktif menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah maupun wakil rakyat. Kritik tersebut diharapkan disampaikan secara konstruktif dengan didukung riset serta data yang kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri kegiatan sharing session bertema “Peran Gen Z dalam Memberikan Saran dan Kritik kepada Wakil Rakyat” yang digelar di kantor DPW PKS Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Farhan, mahasiswa dan generasi muda memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia menilai kritik dari kalangan akademisi dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

“Mahasiswa harus melakukan riset. Manfaatkan teknologi yang ada sekarang. Hasil riset itu kemudian dijadikan bahan untuk memberikan kritik kepada pemerintah,” ujarnya.

Farhan menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berjalan tanpa pengawasan publik. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam menyampaikan kritik dan gagasan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kebijakan publik.

“Pemerintah jangan dibiarkan berjalan sendiri. Kami ini memang harus dikritik. Kadang tidak enak, tetapi itu penting agar pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari satu sudut pandang,” katanya.

Ia juga menilai kampus dan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok yang mampu menghadirkan kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dengan riset yang kuat, kritik yang disampaikan diharapkan tidak hanya menjadi evaluasi, tetapi juga menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan menilai kegiatan dialog seperti ini penting untuk membuka ruang komunikasi antara generasi muda dan para pembuat kebijakan.

Ia berharap pelajar dan mahasiswa dapat lebih aktif menyampaikan gagasan serta pandangan terkait berbagai persoalan pembangunan di daerah.

“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi teman-teman muda untuk berbagi ide dan gagasan. Kita berharap generasi muda bisa berkontribusi dalam pembangunan, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional,” ujar Tedy.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Akmal Arfat menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan membuka ruang dialog antara pelajar, mahasiswa, dan para wakil rakyat.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki keyakinan bahwa mereka juga memiliki peluang untuk terlibat dalam kepemimpinan serta proses pengambilan kebijakan di masa depan.

Diskusi yang diikuti pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Bandung Raya tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus mendorong generasi muda agar lebih aktif dalam kehidupan demokrasi dan pengawasan kebijakan publik.**