
Aktivitas perawatan satwa di Bandung Zoo tetap berjalan meski polemik penyelesaian masih berlangsung. Para pekerja memastikan kesejahteraan 711 satwa tetap terjaga sambil menunggu realisasi skema solusi dari pemerintah kota.
BANDUNG, indoartnews.com – Serikat Pekerja Mandiri Derenten Bandung Zoo menyatakan dukungan terhadap empat skema penyelesaian yang ditawarkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, sebagai langkah konkret mengakhiri polemik penutupan Kebun Binatang Bandung. Skema tersebut dinilai menjawab persoalan keberlangsungan pekerja, penyelamatan kawasan lindung, serta masa depan 711 satwa yang berada di dalamnya.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi'i, mengungkapkan pertemuan antara perwakilan karyawan dan tim utusan wali kota menjadi titik terang setelah sebelumnya komunikasi dinilai tidak berjalan efektif. Menurutnya, arah penyelesaian kini mulai terlihat lebih jelas dan terstruktur.
"Kami sudah bertemu dengan utusan wali kota untuk mengambil solusi setelah Bandung Zoo ditutup. Dari situ mulai ada kepastian arah penyelesaian," ujarnya, Senin (2/3/2026).
Empat skema yang disampaikan Farhan meliputi keberlangsungan pekerja, penyelamatan sumber air dan kawasan lindung, penyelamatan lahan, serta pelestarian warisan sejarah. Para pekerja menilai skema tersebut mencakup aspek utama yang selama ini mereka perjuangkan, terutama jaminan tetap bekerja di tempat yang sama.
Selain faktor ketenagakerjaan, komitmen menjaga tradisi dan identitas Bandung Zoo sebagai bagian sejarah Kota Bandung juga menjadi perhatian. Para pekerja menilai kebun binatang bukan sekadar tempat kerja, melainkan ruang konservasi dan warisan kota yang harus dijaga keberlanjutannya.
Sulhan juga menyinggung adanya hambatan komunikasi sebelumnya yang membuat persoalan berlarut. Ia menyebut terdapat pihak-pihak yang tidak sepenuhnya menyampaikan pesan wali kota, sehingga pekerja merasa tidak memperoleh kejelasan. Karena itu, serikat pekerja meminta mekanisme satu pintu agar proses penyelesaian lebih transparan.
Saat ini, 123 pekerja tetap menjalankan aktivitas perawatan terhadap 711 satwa yang ada. Mereka memastikan kesejahteraan hewan tetap menjadi prioritas meskipun polemik masih berlangsung. Para pekerja berharap empat skema yang ditawarkan dapat segera direalisasikan agar konflik tidak meninggalkan persoalan baru di kemudian hari.**