BANDUNG, indoartnews.com – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta Kecamatan Lengkong berhasil meraih juara pada Lomba Mobil Hias Sumirat Bandung Citylight Carnival yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung, Sabtu 25 Oktober 2025.
Parade mobil hias dimulai dari Balai Kota Bandung, kemudian bergerak sepanjang rute yang telah ditentukan dan berakhir di Lapangan Tegalega. Gelaran Sumirat Bandung Citylight Carnival menampilkan puluhan kendaraan hias bertema heritage dan menjadi tontonan penuh antusias warga di sepanjang rute acara.
Miniatur Gedung Merdeka, Museum Geologi, bangunan Art Deco, hingga ikon-ikon kota lainnya tampak mencolok dengan dekorasi cahaya dan ornamen warna-warni yang menghiasi setiap kendaraan. Kreativitas peserta membuat suasana kota semakin semarak dan penuh warna.
Pada kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DSDABM tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Dinas Lingkungan Hidup (DLH), disusul Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sebagai peringkat ketiga, serta Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Cipta Bintar) sebagai favorit atau harapan I.
Sementara pada kategori kecamatan, Kecamatan Lengkong dinobatkan sebagai juara pertama. Posisi runner up diraih Kecamatan Arcamanik, Kecamatan Buahbatu di peringkat ketiga, dan Kecamatan Cinambo sebagai favorit atau harapan I.
Selain para pemenang lomba mobil hias, acara ini juga memberikan apresiasi khusus kepada bank bjb dan PDAM Tirtawening atas kontribusinya dalam mendukung kemeriahan gelaran Sumirat Bandung Citylight Carnival.
Trofi dan hadiah diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut mengapresiasi kreativitas seluruh peserta. “Alhamdulillah hari ini kita bisa merayakan bersama-sama. Kita ada dalam keadaan sehat walafiat, dan tentu saja kami ucapkan selamat untuk para pemenang lomba mobil hias,” ujar Farhan.
“Apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Kota Bandung kepada seluruh kecamatan dan OPD yang telah menunjukkan karya luar biasa memeriahkan Bandung Sumirat lewat mobil hias masing-masing. Semuanya dinilai secara fair sejak proses registrasi hingga penampilan,” tambahnya.
Farhan menilai, parade mobil hias ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk kolaborasi, kreativitas, dan kegembiraan warga dalam merayakan hari jadi Kota Bandung. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat identitas budaya Kota Bandung.**