Senin, 6 Desember 2021 | 17:51 WIB

Kejati Jabar Tahan 2 Tersangka Lagi Kasus Dugaan Korupsi PT Posfin

foto

Elly Susanto

ke mobil tahanan untuk dititipkan di Rutan Polrestabes Bandung, Senin malam (4/10/2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Riyono menyatakan, Kejati Jabar kembali menahan dan menetapkan 2 tersangka kasus dugaan korupsi di PT Pos Finansial (Posfin) anak perusahaan PT Pos Indonesia, masing-masing RA mantan Kepala Cabang PT Caraka Mulia Bandung dan SN karyawan Bank Mega Syari'ah Cabang Bandung. 

Penyidik, katanya, pada Senin (4/10-2021) telah memeriksa RA dan SN terkait tersangka RDC dan NT yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya. 

Peran ke-2 tersangka adalah RA broker pembelian asuransi. Jadi masih ada kaitannya dengan perbuatan RDC bersama-sama dengan RA dan dengan SN.

Ia menyebutkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RA dan SN tim penyidik berkesimpulan, perlunya dilakukan tindak penanganan karena sesuai pasal 22 KUHAP, baik alasan subyektif mau pun obyektif.

SN sendiri karyawan Bank Mega Syariah Cabang Bandung. Jadi mereka bersama-sama memark up premi asuransi yang nilainya mencapai Rp. 2,8 miliar. 

Dari uang sejumlah itu, dibagi-bagi, dinikmati RA Rp. 672.376.000 dan SN Rp. 366.576.000. Kemudian MT Rp. 320 juta dan RDC Rp. 202 juta serta S (alm) Rp. 700 juta. Sedang PT Berdikari telah mengembalikan dan langsung disetor ke rekening penitipan yang nanti akan dijadikan barang bukti. 

Menurut Riyono, dasar penahanan untuk tersangka RA berdasar surat perintah Kepala Kejati Jabar No. Print 990/M/10/2021 tanggal 4 Oktober 2021. Sedang untuk tersangka SN berdasar surat perintah Kajati Jabar No. 989/M/Fd.1/10/2021 garing 10 garing 2021 tanggal 4 Oktober 2021. Ke-2 nya oleh penyidik ditahan selama 20 hari sejak 4 Oktober 2021.

Pasal yang disangkakan masih sama yaitu melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU 31 tahun 1999 juncto UU 20 tahun 2001 dan Pasal 18 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. **

Editor : H. Eddy D