Senin, 6 Desember 2021 | 19:13 WIB

Kejati Jabar Menahan MT Mantan Kacab PT Berdikari Insurance

foto

Penhum Kejati Jabar menggelar press conference terkait penahanan MT dalam kasus PT Posfin Indonesia, Selasa (28/9-2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Dodi Gazali Emil, SH menyatakan, mantan Kepala Cabang (Kacab) PT Berdikari Insurance berinisial MT ditahan Kejati Jabar dalam kasus PT Posfin Indonesia, pada Selasa (28/9-2021).

Penyidik Bidang Pidsus Kejati Jabar telah menetapkan tersangka MT diduga me-mark up pembayaran premi asuransi yang berakibat kerugian negara mencapai Rp. 2,8 miliar. 

Tersangka MT saat itu diperiksa sekitar pukul 15.00 di kantor Kejati Jabar Jl. Naripan Bandung yang akan ditahan pada tingkat penyidikan selama 20 hari, terhitung mulai 28 September s/d 17 Oktober 2021 dan dititipkan di Rutan Polrestabes Bandung. 

MT menggunakan keuangan secara tidak sah di PT Pos Finansial Indonesia selaku anak perusahaan PT Pos Indonesia tahun 2018 s/d 2020.

Dalam tugasnya ada dugaan penyimpangan penggunaan keuangan yang dilakukan oleh Direktur PT POSFIN (S) dan Manager Keuangan dan Akuntansi PT POSFIN (R. D. C) sekitar Rp. 52.612.200.000.

Rinciannya pembayaran premi sertifikat penjaminan pembayaran ke PT Berdikari Insurance melalui Brooker PT Caraka Mulia yang ternyata dimark up dan dibatalkan oleh PT Berdikari Insurance sebesar Rp. 2.812.800.000.

Modus Operandinya, kata Dodi Gazali Emil, pembayaran Premi Asuransi pinjaman untuk tertanggung Biometrik Kharisma Utama/PT BKU dengan PT POSFIN yang pembayarannya dibebankan kepada PT POSFIN dan dimark up sebesar Rp. 2,8 miliar. 

Selanjutnya pembayaran Premi Asuransi kepada PT Berdikari Insurance melalui brooker asuransi PT Caraka Mulia sebesar Rp. 2,8 miliar dan oleh Kepala Cabang PT Caraka Mulia ditransfer ke rekening pribadi MT dan 2 rekannya dari PT Berdikari Insurance sebesar Rp. 871 juta. 

Tetapi yang disetorkan oleh tersangka sebagai premi resmi ke rekening PT Berdikari Insurance hanya Rp. 391 juta. Sisa uang dari Rp. 2,8 miliar yang dikeluarkan PT POSFIN tersebut setelah dikurangi premi resmi yang diterima PT Berdikari dibagi-bagi oleh beberapa orang termasuk MT yang mendapat bagian Rp. 260 juta da RDC mendapat bagian Rp. 222 juta. **

Editor : H. Eddy D