Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:31 WIB

Kericuhan May Day

Kericuhan May Day Bandung Terungkap, Polisi Sebut Ada Molotov dan Perusakan

foto

Ilustrasi bom molotov yang digunakan dalam aksi kericuhan. Polisi mengungkap adanya penggunaan bahan peledak rakitan dalam peristiwa May Day di Bandung.

BANDUNG, indoartnews.com – Polda Jawa Barat mengungkap peran enam tersangka dalam kericuhan saat peringatan May Day 2026 di Kota Bandung. Dari hasil penyelidikan, para tersangka diduga memiliki peran berbeda, mulai dari menyiapkan bom molotov hingga melakukan pelemparan.

Kericuhan tersebut terjadi di kawasan Tamansari hingga Cikapayang, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah fasilitas publik rusak, termasuk pos polisi, videotron, dan lampu lalu lintas.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan enam tersangka tersebut berinisial MRN, MRA, RS, MFNA, FAP, dan HIS. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif.

“Mereka terbukti melakukan tindak pidana pembakaran, penghasutan dan perusakan secara bersama-sama,” kata Hendra, dikutip dari Antara, Minggu, 3 Mei 2026.

Dalam pengembangan perkara, polisi menyebut MRN berperan menyiapkan 20 bom molotov, helm, bendera, dan bensin. Sementara HIS diduga membeli botol kosong, merencanakan pembakaran, menyiapkan bensin, serta melempar pos polisi dan videotron.

Selain itu, tersangka lain juga disebut memiliki peran dalam aksi pelemparan dan provokasi di lokasi. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk bom molotov, bensin, serta atribut kelompok tertentu.

Hendra menyebut, aksi tersebut mengakibatkan terbakarnya satu unit videotron, satu pos polisi, serta kerusakan fasilitas publik berupa lampu lalu lintas.

Polda Jabar masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pengembangan dilakukan melalui analisis rekaman CCTV dan pemeriksaan data dari ponsel para tersangka.

Polisi memastikan proses hukum terhadap para tersangka tetap berjalan. Masyarakat juga diimbau tetap menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terprovokasi setelah kericuhan May Day di Kota Bandung.**