Yayat Sudayat ; Perlunya Perda guna Mencegah Buang Sampah Sembarangan

Elly Susanto | 01 June 2021 07:32:41

Yayat Sudayat (Abah Yayat), anggota Komisi B DPRD Kab. Bandung.()

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Yayat Sudayat yang akrab disapa Abah Yayat, anggota Komisi B DPRD Kab. Bandung berterima kasih kepada Satgas Citarum Harum yang sudah bekerjasama dengan Tim Passer (Pasukan Susur Sungai dan Ekosistem Rancaekek) dalam pembersihan sungai agar bebas sampah dan limbah.

Ucapan terima kasih Bah Yayat itu disampaikan dalam wawancara dengan "indoartnews.com" beberapa waktu lalu saat Komunitas Pasir bareng Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 02 Cileunyi karya bakti membersihan sungai Cikeruh dari sampah yang terbawa hanyut setelah guyuran hujan lebat berdurasi lama yang terjadi Senin malam.

Menurut Bah Yayat, Satgas Subsektor 02 Cileunyi bersama komunitas Passer cepat tanggap mendatangi lokasi ketika ada pengaduan masyarakat tentang tumpukan sampah yang menyangkut di pintu air Cikeruh.

Bah Yayat menegaskan di medsos viral tumpukan sampah itu mencapai 150 meter, ternyata ketika ditinjau di lapangan hanya 30 meter. "Sekarang sudah dibersihkan Satgas dan Passer hingga kondisi sungai mengalir lancar dan airnya bersih," jelas Bah Yayat.

Namun, kata Bah Yayat, tentang masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan harus dibuat Peraturan Daerah (Perda) nya agar jelas ada sanksinya hingga warga pun jadi takut dan jera.

"Ini bukan program Pemerintah saja tapi juga masyarakat harus peduli tentang lingkungan, cara membuang sampah. Selain itu jangan aji mumpung seperti halnya air limbah dikeluarkan saat hujan. Saya kritik di medsos bahwa masalah sampah harus ada aturannya, efek jeranya juga perlu hingga warga tahu diri".

Untuk itu aturannya per wilayah, setiap Desa harus memiliki jaring guna mencegah hanyutnya sampah secara liar. Dengan demikian akan ketahuan desa mana yang terbanyak "menyumbang" sampah. Seperti juga di daerahnya, Sumedang, diharapkan Provinsi pun memasilitasinya.

"Karena Kab. Bandung cekungan yang paling rendah efeknya, dengan alih fungsi lahan yang seenaknya, Bandung yang habis. Dan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan bisa dengan denda atau hukuman kurungan".

Ia juga memohon kepada Pemerintah agar segera dibuat Perdanya demi memberi pelajaran kepada masyarakat untuk disiplin membuang sampah karena dampak membuang sampah sembarangan juga dirasakan masyarakat. Di samping itu diharapkan juga masyarakat menjadi jaring sosial, laporkan jika ada warga yang buang sampah sembarangan.

JADIKAN DESA WISATA

Bah Yayat menyatakan jika rencana desa ini jadi ruang terbuka hijau (RTH) diharapkan pula menjadi Desa Wisata agar Pemerintah dan masyarakat memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) karena di sini banyak tanah yang tidak efektif dan untuk harapan ini akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Ini merupakan keinginan komunitas Passer. 

"Saya sebagai penasihat Passer sangat mendukung. Cuma tolong perhatikan mereka karena mereka pun punya isteri-anak. Saya juga berharap anak-anak Passer maju. Juga alat-alat kebutuhannya. Sebab, mereka relawan tetapi bekerjanya lebih dari BBWS. 

Ia menyebutkan, relawan juga ada anggarannya dana CSR juga bisa dari dana lain yang bisa didistribusikan, dan mengingatkan bekerja dulu baru duit, bukan sebaliknya. 

Kepada Dinas BPPD ia pun mengingatkan untuk anggota Passer ini diberi pelatihan dulu. Contoh yang diperolehnya saat ada bencana banjir ada relawan tidak bisa berbuat apa-apa. "Maenya nu nulungan kalah ngagujubar tilelep," ujar Bah Yayat.**

Editor : H. Eddy D